
Sabtu, 04 September 2010
15 Hukuman Mati Paling Menyakitkan !

15 Hukuman Mati Paling Menyakitkan !

Kamis, 02 September 2010
Membedakan Tampilan Pengunjung dengan Jawaban Penulis di Blogspot
Salah satu kelemahan platfom blogger adalah tidak ada feature "Reply" komentar oleh penulis blog. Para pemilik blog biasanya menjawab komentar-komentar yang masuk adalah dengan menggunakan form komentar. Komentar-komentar yang masuk dengan jawaban yang diberikan oleh penulis, nampak tidak ada perbedaan.
Kalo kita lihat di blog kang rohman ini, kita bisa lihat perbedaan mana komentar yang masuk dan mana jawaban dari kang rohman.
Bagaimana cara membuatnya?
Setelah cari ke sana ke meri lalu sedikit utak atik template... eh bisa juga. Saya share di sini ya.. mohon para master memberi masukan agar bisa lebih sempurna dan mudah dipahami.
Langkah pertama seperti biasa masuk ke menu Design -> Edit HTML dan Back up Template dengan mengeklik " Download Full Template" simpan file template xml-nya.
Karena setiap template blogspot itu unik, masing-masing didesign secara custom, maka saya di sini mengambil contoh template magazine RC 1.5 yang dibuat oleh kang rohman sebagai bahan uji coba.
Centang "Expand Widget Templates" yang ada di pojok kanan atas form edit html. kemudian cari script block komentar berikut ini:
<dl id='comments-block'>
<b:loop values='data:post.comments' var='comment'>
<dt expr:class='"comment-author " + data:comment.authorClass' expr:id='data:comment.anchorName'>
<a expr:name='data:comment.anchorName'/>
<b:if cond='data:comment.authorUrl'>
<a expr:href='data:comment.authorUrl' rel='nofollow'><data:comment.author/></a> on <data:comment.timestamp/>
<b:else/>
<data:comment.author/>
</b:if>
<data:commentPostedByMsg/>
</dt>
<dd class='comment-body'>
<b:if cond='data:comment.isDeleted'>
<span class='deleted-comment'><data:comment.body/></span>
<b:else/>
<p><data:comment.body/></p>
</b:if>
</dd>
<dd class='comment-footer'>
<span class='comment-timestamp'>
<b:include data='comment' name='commentDeleteIcon'/>
</span>
</dd>
</b:loop>
</dl>
Bila kesulitan menemukan block komentar diatas bisa kita cari dengan search dari browser edit->find dengan mengetik atau copy paste code berikut:
<b:loop values='data:post.comments' var='comment'>
Setelah ketemu block komentar diatas, sekarang ubahlah menjadi seperti di bawah ini, di mana script yang berwarna merah adalah tambahan, sedangkan script yang berwarna hijau adalah dicopy dari aslinya.
<dl id='comments-block'>
<b:loop values='data:post.comments' var='comment'>
<b:if cond='data:comment.author == data:post.author'>
<dt expr:class='"comment-author " + data:comment.authorClass' expr:id='data:comment.anchorName'>
<a expr:name='data:comment.anchorName'/>
<b:if cond='data:comment.authorUrl'>
<a expr:href='data:comment.authorUrl' rel='nofollow'><data:comment.author/></a> on <data:comment.timestamp/>
<b:else/>
<data:comment.author/>
</b:if>
<data:commentPostedByMsg/>
</dt>
<dd class='comment-body-author'>
<b:if cond='data:comment.isDeleted'>
<span class='deleted-comment'><data:comment.body/></span>
<b:else/>
<p><data:comment.body/></p>
</b:if>
</dd>
<dd class='comment-footer-author'>
<span class='comment-timestamp'>
<b:include data='comment' name='commentDeleteIcon'/>
</span>
</dd>
<b:else/>
<dt expr:class='"comment-author " + data:comment.authorClass' expr:id='data:comment.anchorName'>
<a expr:name='data:comment.anchorName'/>
<b:if cond='data:comment.authorUrl'>
<a expr:href='data:comment.authorUrl' rel='nofollow'><data:comment.author/></a> on <data:comment.timestamp/>
<b:else/>
<data:comment.author/>
</b:if>
<data:commentPostedByMsg/>
</dt>
<dd class='comment-body'>
<b:if cond='data:comment.isDeleted'>
<span class='deleted-comment'><data:comment.body/></span>
<b:else/>
<p><data:comment.body/></p>
</b:if>
</dd>
<dd class='comment-footer'>
<span class='comment-timestamp'>
<b:include data='comment' name='commentDeleteIcon'/>
</span>
</dd>
</b:if>
</b:loop>
</dl>
Setelah menjadi seperti diatas, lalu kita mengedit style css nya. Cari style cssnya di bagian paling atas dari template. Sebagai contoh sederhana kita ubah komentar "penulis" dibuat font dan garis putus-putusnya yang ada di bawah menjadi berwarna biru.
Cari script berikut:
#comments-block .comment-body { margin: .25em 0 10px; padding-left: 20px; font-size:12px; text-align:justify; }
Copy dan paste di bawahnya (warna hijau) dan tambahkan script yang berwarna merah di script warna hijau sehingga menjadi berikut:
#comments-block .comment-body { margin: .25em 0 10px; padding-left: 20px; font-size:12px; text-align:justify; }
#comments-block .comment-body-author{margin: .25em 0 10px; padding-left: 20px; font-size:12px; text-align:justify; color: #002F66;}
Demikian juga script berikut:
#comments-block .comment-footer { margin: -.25em 0 2em; line-height: 1.4em; text-transform: uppercase; letter-spacing: .1em; border-bottom:1px dashed #a29e9e; }
#comments-block .comment-footer-author{ margin: -.25em 0 2em; line-height: 1.4em; text-transform: uppercase; letter-spacing: .1em; border-bottom:1px dashed #002F66; }
Setelah itu save perubahan. Jika tidak ada pesan eror saat menyimpan perubahan. berarti proses edit bejalan dengan baik. sekarang lihatlah perubahannya. Komentar yang ditulis oleh penulis berwarna biru, sedangkan komentar oleh pengunjung berwarna hitam.
Catatan:
<b:if cond='data:comment.author == data:post.author'>
Script diatas digunakan apabila kita menulis komentar menggunakan akun blogger/google sebagai identitasnya.
Bila ingin menggunakan identitas Name/URL, maka ubah menjadi berikut:
<b:if cond='data:comment.author == Nama Yang Diinginkan '>
Stylizing diatas hanya contoh kecil saja. anda bisa bermain-main dengan CSS agar penampilannya lebih baik. Tidak hanya perubahan warna font, tapi bisa gambar, background. dsb.
Tentang Penulis: Seorang yang sedang belajar ngeblog
Blog: http://demak-ku.blogspot.com
Rabu, 01 September 2010
Proses Pembuatan Rel Kereta Api ( Mantap ! )

Jenis penambat yang digunakan bergantung kepada jenis bantalan yang digunakan. Puku ulir atau paku penambat digunakan pada bantalan kayu, sedangkan penambat e digunakan untuk bantalan beton atau semen.
Rel biasanya dipasang di atas badan jalan yang dilapis dengan batu kericak atau dikenal sebagai Balast. Balast berfungsi pada rel kereta api untuk meredam getaran dan lenturan rel akibat beratnya kereta api. Untuk menyeberangi jembatan, digunakan bantalan kayu yang lebih elastis ketimbang bantalan beton. Gambar dan proses pembuatan lengkap ada disini !
Proses Pembuatan Rel Kereta Api ( Mantap ! )

Jenis penambat yang digunakan bergantung kepada jenis bantalan yang digunakan. Puku ulir atau paku penambat digunakan pada bantalan kayu, sedangkan penambat e digunakan untuk bantalan beton atau semen.
Rel biasanya dipasang di atas badan jalan yang dilapis dengan batu kericak atau dikenal sebagai Balast. Balast berfungsi pada rel kereta api untuk meredam getaran dan lenturan rel akibat beratnya kereta api. Untuk menyeberangi jembatan, digunakan bantalan kayu yang lebih elastis ketimbang bantalan beton. Gambar dan proses pembuatan lengkap ada disini !
Inilah Harga Makam Termahal di Indonesia ( 5.7M ) !

Kompleks makam Pangeran Jayakarta, makam Pangeran Sangiang dan Masjid Assyalafiah di Kelurahan Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur seluas 17.500 m2 merupakan kawasan cagar budaya yang dilindungi Undang-undang nomor 5 tahun 1992 dan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta nomor 475 tahun 1993.
Karena itu untuk penataan dan perluasannya kawasan cagar budaya tersebut diperlukan pembebasan lahan di sekitarnya seluas 2190 m2 .Untuk itu kini sedang diproses Surat Ijin Pembebasan dan Penguasaan Tanah (SIPPT) atas lahan tersebut di Biro Tata Bangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Kepala Sudin Kebudayaan Jakarta Timur Bambang Subekti didampingi Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Aspriono mengungkapkan hal itu di ruang kerjanya Selasa (31/8).
"Sosialisasi kepada warga yang terkena pembebasan tanah tersebut sudah dilakukan dua kali.Selama itu tidak ada yang protes. Tetapi tiba-tiba ada seorang yang protes. Tapi tidak kepada kita atau Walikota Jakarta Timur," kata Bambang Subekti. Dana pembebasan lahannya telah dianggarkan dalam APBD 2010 sebesar Rp5,7 miliar.
Petugas dari BPN Jakarta Timur telah melakukan pengukuran baik lahan eksisting maupun lahan keseluruhan termasuk perluasannya. Dari pendataan di lapangan lahan perluasan kompleks Makam Pangeran Jayakarta seluas 2.190 m2 itu terbagi dalam 17 persil.
Penataan dan perluasan Makam Pangeran Jayakarta ini menurut Bambang Subekti seperti tuntutan kebutuhan yang didukung para ahli waris Pangeran Jayakarta. Sebab pada saat musim perziarahan seperti menjelang HUT kota Jakarta dan bulan Ramadhan seperti ini banyak peziarah yang datang dari luar daerah sehingga parkirnya sering membuat macet Jl Jatinegara Kaum sampai ke Jl Bekasi Timur Raya.
Dalam rencana penataan nanti akan dibangun sarana dan prasarana berupa galeri, kantor secretariat, lahan parkir sekaligus lahan upacara. Masjid Assyalafiah menurut sejarah didirikan tahun 1620 oleh Pangeran Jayakarta yang mengasingkan diri ke Jatinegara Kaum setelah kerajaannya di sisi timur muara Ciliwung dihanguskan tentara VOC Belanda akhir tahun 1619. Hingga kini anak cucu keturunan Pangeran Jayakarta dan pengikutnya masih mendiami sekitar makam dan masjid tersebut.
Lurah Jatinegara Kaum, Thamrin Khalik juga menyanggah masih ada yang tidak setuju perluasan kawasan makam bersejarah tersebut. "Waktu sosialisasi dua kali tidak ada keberatan apa-apa," ujarnya.
Inilah Harga Makam Termahal di Indonesia ( 5.7M ) !

Kompleks makam Pangeran Jayakarta, makam Pangeran Sangiang dan Masjid Assyalafiah di Kelurahan Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur seluas 17.500 m2 merupakan kawasan cagar budaya yang dilindungi Undang-undang nomor 5 tahun 1992 dan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta nomor 475 tahun 1993.
Karena itu untuk penataan dan perluasannya kawasan cagar budaya tersebut diperlukan pembebasan lahan di sekitarnya seluas 2190 m2 .Untuk itu kini sedang diproses Surat Ijin Pembebasan dan Penguasaan Tanah (SIPPT) atas lahan tersebut di Biro Tata Bangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Kepala Sudin Kebudayaan Jakarta Timur Bambang Subekti didampingi Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Aspriono mengungkapkan hal itu di ruang kerjanya Selasa (31/8).
"Sosialisasi kepada warga yang terkena pembebasan tanah tersebut sudah dilakukan dua kali.Selama itu tidak ada yang protes. Tetapi tiba-tiba ada seorang yang protes. Tapi tidak kepada kita atau Walikota Jakarta Timur," kata Bambang Subekti. Dana pembebasan lahannya telah dianggarkan dalam APBD 2010 sebesar Rp5,7 miliar.
Petugas dari BPN Jakarta Timur telah melakukan pengukuran baik lahan eksisting maupun lahan keseluruhan termasuk perluasannya. Dari pendataan di lapangan lahan perluasan kompleks Makam Pangeran Jayakarta seluas 2.190 m2 itu terbagi dalam 17 persil.
Penataan dan perluasan Makam Pangeran Jayakarta ini menurut Bambang Subekti seperti tuntutan kebutuhan yang didukung para ahli waris Pangeran Jayakarta. Sebab pada saat musim perziarahan seperti menjelang HUT kota Jakarta dan bulan Ramadhan seperti ini banyak peziarah yang datang dari luar daerah sehingga parkirnya sering membuat macet Jl Jatinegara Kaum sampai ke Jl Bekasi Timur Raya.
Dalam rencana penataan nanti akan dibangun sarana dan prasarana berupa galeri, kantor secretariat, lahan parkir sekaligus lahan upacara. Masjid Assyalafiah menurut sejarah didirikan tahun 1620 oleh Pangeran Jayakarta yang mengasingkan diri ke Jatinegara Kaum setelah kerajaannya di sisi timur muara Ciliwung dihanguskan tentara VOC Belanda akhir tahun 1619. Hingga kini anak cucu keturunan Pangeran Jayakarta dan pengikutnya masih mendiami sekitar makam dan masjid tersebut.
Lurah Jatinegara Kaum, Thamrin Khalik juga menyanggah masih ada yang tidak setuju perluasan kawasan makam bersejarah tersebut. "Waktu sosialisasi dua kali tidak ada keberatan apa-apa," ujarnya.