Rabu, 03 November 2010

Kolom Tutorial on Mobile

mobile Perkembangan teknologi semakin canggih, untuk mengakses internet pun tidak hanya di lakukan dengan menggunakan Personal Komputer ataupun Laptop namun sudah dengan Mobile phone atau hand phone.

Sebelumnya, blog kang Rohman ini yakni kolom tutorial sangat tidak nyaman apabila di akses menggunakan mobile phone. Oleh karenanya, khusus bagi anda pengguna mobile phone dan ingin mengakses blog kang Rohman, silahkan gunakan alamat berikut :

 

 http://buzzcity.mobi/kolomtutorial

 

Semoga dengan ini anda dapat lebih nyaman dalam mengakses bloh kang Rohman.

 

Thanks to Buzzcity atas layanan ini.

4 Wanita Terkaya Dunia Bermodal Dengkul !

Ini merupakan tahun besar bagi ratu talk show Oprah Winfrey yang mengumumkan akan mengakhiri talk show-nya pada musim ini. Oprah akan meluncurkan jaringan televisi sendiri dengan menampilkan selebriti papan atas seperti Rosie O'Donnell, Julia Roberts, Sarah Ferguson, dan Gayle King.



Di tengah rencana mengakhiri talk show-nya, kekayaan Oprah justru kian menumpuk. Majalah Forbes, Senin 25 Oktober 2010, menyatakan pada tahun lalu Oprah menerima pendapatan US$315 juta atau sekitar Rp2,8 triliun dan US$1,35 miliar (Rp12,15 triliun) pada lima tahun terakhir.


Forbes menaksir kekayaan Oprah bernilai US$2,7 miliar (Rp24,3 triliun), naik US$400 juta (Rp3,6 triliun) dari tahun lalu. Tak heran bila Oprah menjadi salah satu dari 42 wanita yang masuk dalam daftar 400 orang terkaya dunia.


Memang, Oprah menempati peringkat ke 15 di antara perempuan Amerika, tetapi dia kaya dengan membangun bisnis bermodal "dengkul". Pencapaian yang sulit karena hanya dilakukan empat dari 42 perempuan, atau 1 persen dari 400 orang terkaya dunia.


Istilah bermodal "dengkul" sering digunakan bagi para pebisnis atau praktisi bisnis yang memulai usaha dari nol. Bukan bisnis warisan keluarga.


Ketiga perempuan lain yang merintis bisnis dengan modal "dengkul" adalah pemilik Gap Doris Fisher, pemilik ABC Supply Diane Hendricks, dan pendiri eBay Meg Whitman. Diane Hendricks awalnya merintis usaha bersama suaminya, namun suaminya meninggal sebelum mereka sukses.


Sisanya, 38 wanita terkaya dunia yang lain hanyalah pewaris dari kerajaan-kerajaan bisnis keluarga. Keluarga peritel raksasa Wal-Mart misalnya, bisa menghasilkan empat wanita terkaya dunia, salah satunya Christy Walton.


Istri John Walton yang meninggal dalam kecelakaan pesawat pada 2005 ini merupakan wanita terkaya dengan kekayaan bersih US$24 miliar (Rp216 triliun). Dia menempati peringkat keempat orang terkaya dunia setelah Bill Gates, Warren Buffett, dan Larry Ellison.


4 Wanita Terkaya Dunia Bermodal Dengkul !

Ini merupakan tahun besar bagi ratu talk show Oprah Winfrey yang mengumumkan akan mengakhiri talk show-nya pada musim ini. Oprah akan meluncurkan jaringan televisi sendiri dengan menampilkan selebriti papan atas seperti Rosie O'Donnell, Julia Roberts, Sarah Ferguson, dan Gayle King.



Di tengah rencana mengakhiri talk show-nya, kekayaan Oprah justru kian menumpuk. Majalah Forbes, Senin 25 Oktober 2010, menyatakan pada tahun lalu Oprah menerima pendapatan US$315 juta atau sekitar Rp2,8 triliun dan US$1,35 miliar (Rp12,15 triliun) pada lima tahun terakhir.


Forbes menaksir kekayaan Oprah bernilai US$2,7 miliar (Rp24,3 triliun), naik US$400 juta (Rp3,6 triliun) dari tahun lalu. Tak heran bila Oprah menjadi salah satu dari 42 wanita yang masuk dalam daftar 400 orang terkaya dunia.


Memang, Oprah menempati peringkat ke 15 di antara perempuan Amerika, tetapi dia kaya dengan membangun bisnis bermodal "dengkul". Pencapaian yang sulit karena hanya dilakukan empat dari 42 perempuan, atau 1 persen dari 400 orang terkaya dunia.


Istilah bermodal "dengkul" sering digunakan bagi para pebisnis atau praktisi bisnis yang memulai usaha dari nol. Bukan bisnis warisan keluarga.


Ketiga perempuan lain yang merintis bisnis dengan modal "dengkul" adalah pemilik Gap Doris Fisher, pemilik ABC Supply Diane Hendricks, dan pendiri eBay Meg Whitman. Diane Hendricks awalnya merintis usaha bersama suaminya, namun suaminya meninggal sebelum mereka sukses.


Sisanya, 38 wanita terkaya dunia yang lain hanyalah pewaris dari kerajaan-kerajaan bisnis keluarga. Keluarga peritel raksasa Wal-Mart misalnya, bisa menghasilkan empat wanita terkaya dunia, salah satunya Christy Walton.


Istri John Walton yang meninggal dalam kecelakaan pesawat pada 2005 ini merupakan wanita terkaya dengan kekayaan bersih US$24 miliar (Rp216 triliun). Dia menempati peringkat keempat orang terkaya dunia setelah Bill Gates, Warren Buffett, dan Larry Ellison.


Indonesia, Calon Kekuatan Ekonomi Baru Dunia !

Morgan Stanley: PDB Indonesia bakal mencapai US$800 miliar atau Rp7.200 triliun.


VIVAnews - Optimisme tentang masa depan ekonomi Indonesia kian mengemuka. Apalagi, setelah sejumlah lembaga dan institusi bergengsi dunia mulai memasukkan negeri ini sebagai calon kekuatan ekonomi baru di masa yang akan datang.


"Saya melihat, Indonesia bukan sekedar berpotensi masuk kelompok BRIC, tetapi bisa menggeser posisi Rusia," ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan di Jakarta, Selasa, 2 November 2010.



BRIC adalah akronim yang dipopulerkan oleh Goldman Sachs Group pada 2001, merujuk pada empat negara calon kekuatan ekonomi baru dunia pada 2020. BRIC kepanjangan dari Brazil, Rusia, India dan China. Total produk domestik bruto (PDB) BRIC diperkirakan mencapai US$30,2 triliun atau melampaui PDB tujuh negara industri maju (G-7) pada 2027. Bahkan, BRIC

akan menjadi kekuatan ekonomi paling dominan pada 2050.


Namun, BRIC dianggap belum mencerminkan potensi kekuatan ekonomi yang lebih luas, termasuk sejumlah negeri berkembang. Untuk mengakomodasinya, Goldman Sachs membuat istilah baru, yakni Next11. Ini mencakup Indonesia, Turki, Korea Selatan, Meksiko, Iran, Nigeria, Mesir, Filipina, Pakistan, Vietnam dan Bangladesh.


Morgan Stanley malah mengusulkan tambahan Indonesia pada BRIC menjadi BRICI. Alasannya, dalam lima tahun ke depan, lembaga terkemuka ini memperkirakan PDB Indonesia bakal mencapai US$800 miliar.


Senada dengan itu, majalah bergengsi The Economist, pada Juli 2010 juga memasukkan Indonesia sebagai calon kekuatan ekonomi baru pada 2030 di luar BRIC. The Economist mengenalkan akronim baru dengan sebutan CIVETS, kepanjangan dari Colombia, Indonesia, Vietnam, Egypt, Turkey dan South Africa. The Economist memperkirakan PDB enam negara ini rata-rata akan tumbuh 4,5 persen per tahun selama 20 tahun ke depan.


"Kemunculan CIVETS akan mempercepat pergeseran ekonomi global ke wilayah Timur dan Selatan," tulis Economist.


Kini, proyeksi sejumlah lembaga asing tersebut mulai bergema di Jakarta. Dalam sebuah forum diskusi bertema "Indonesia The Next I in BRICI?" yang digelar di Jakarta, kemarin, sejumlah petinggi dan eksekutif menyuarakan optimistisme serupa.


"Indonesia memiliki semua prasyarat untuk masuk jajaran elit BRIC. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak menambahkan 'I' pada akronim BRIC untuk menjadi BRICI," kata Wakil Direktur Bank Mandiri Riswinandi. "Sebab, label ini jadi acuan investor asing menanamkan modal mereka."


Menurut Kepala Ekonom Bank Mandiri, Mirza Adityaswara, ada sejumlah alasan mengapa Indonesia layak disejajarkan dengan negara BRIC. Pertama, wilayah Indonesia tergolong luas hingga lebih dari 3 juta km2. Kedua, potensi pasar RI besar dengan jumlah penduduk 230 juta jiwa. Ketiga, memiliki kekayaan sumber daya alam, bahkan produsen nomor satu minyak sawit mentah, nomor dua timah dan eksportir besar batu bara.


Keempat, pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen per tahun. Bahkan, RI menjadi satu dari tiga negara di dunia dengan pertumbuhan ekonomi positif pada 2008 bersama Cina dan India. Kelima, PDB per kapita Indonesia pada 2009 sekitar US$3.900 atau lebih baik dari India yang hanya US$2.900. Keenam, fiskal Indonesia tergolong sehat dengan defisit hanya 1,6 persen, lebih kecil dari defisit anggaran Rusia sebesar 6 persen, Brasil 3,3 persen, India 10 persen dan China 2,2 persen.


Bahkan, Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD) memuji ekonomi RI cukup tangguh dalam menghadapi krisis global. PDB Indonesia pada 2009 sebesar 4,6 persen atau ketiga terbesar dalam kelompok negara G-20, setelah China dan India. "Situasi terkini memberi peluang unik bagi Indonesia untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan," kata Sekretaris Jenderal OECD, Angel Gurria.


Namun, untuk mengejar impian sebagai negara berpengaruh di bidang ekonomi ada sejumlah syaratnya. OECD menyebutkan Indonesia harus serius menerapkan agenda reformasi, seperti perbaikan sistem pemungutan pajak, peningkatan efektivitas belanja negara, serta penegakan sistem hukum. "Subsidi energi Rp144 triliun pada 2010 harus dihapuskan bertahap," katanya. Dengan begitu, Indonesia punya anggaran lebih besar untuk membiayai infrastruktur yang kurang memadai.


Xavier Salai Martin, Chief Advisor dari World Economic Forum juga menyebutkan sejumlah syarat yang hampir sama agar Indonesia masuk jajaran ekonomi bergengsi. Syaratnya adalah perbaikan infrastruktur fisik, peningkatan mutu birokrasi, penegakan sistem hukum dan menjaga stabilitas ekonomimakro.


"Waspadai soal infrastruktur, jika tidak investasi, Indonesia takkan bisa mencapai pembangunan yang diharapkan." (kd) • VIVAnews


Indonesia, Calon Kekuatan Ekonomi Baru Dunia !

Morgan Stanley: PDB Indonesia bakal mencapai US$800 miliar atau Rp7.200 triliun.


VIVAnews - Optimisme tentang masa depan ekonomi Indonesia kian mengemuka. Apalagi, setelah sejumlah lembaga dan institusi bergengsi dunia mulai memasukkan negeri ini sebagai calon kekuatan ekonomi baru di masa yang akan datang.


"Saya melihat, Indonesia bukan sekedar berpotensi masuk kelompok BRIC, tetapi bisa menggeser posisi Rusia," ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan di Jakarta, Selasa, 2 November 2010.



BRIC adalah akronim yang dipopulerkan oleh Goldman Sachs Group pada 2001, merujuk pada empat negara calon kekuatan ekonomi baru dunia pada 2020. BRIC kepanjangan dari Brazil, Rusia, India dan China. Total produk domestik bruto (PDB) BRIC diperkirakan mencapai US$30,2 triliun atau melampaui PDB tujuh negara industri maju (G-7) pada 2027. Bahkan, BRIC

akan menjadi kekuatan ekonomi paling dominan pada 2050.


Namun, BRIC dianggap belum mencerminkan potensi kekuatan ekonomi yang lebih luas, termasuk sejumlah negeri berkembang. Untuk mengakomodasinya, Goldman Sachs membuat istilah baru, yakni Next11. Ini mencakup Indonesia, Turki, Korea Selatan, Meksiko, Iran, Nigeria, Mesir, Filipina, Pakistan, Vietnam dan Bangladesh.


Morgan Stanley malah mengusulkan tambahan Indonesia pada BRIC menjadi BRICI. Alasannya, dalam lima tahun ke depan, lembaga terkemuka ini memperkirakan PDB Indonesia bakal mencapai US$800 miliar.


Senada dengan itu, majalah bergengsi The Economist, pada Juli 2010 juga memasukkan Indonesia sebagai calon kekuatan ekonomi baru pada 2030 di luar BRIC. The Economist mengenalkan akronim baru dengan sebutan CIVETS, kepanjangan dari Colombia, Indonesia, Vietnam, Egypt, Turkey dan South Africa. The Economist memperkirakan PDB enam negara ini rata-rata akan tumbuh 4,5 persen per tahun selama 20 tahun ke depan.


"Kemunculan CIVETS akan mempercepat pergeseran ekonomi global ke wilayah Timur dan Selatan," tulis Economist.


Kini, proyeksi sejumlah lembaga asing tersebut mulai bergema di Jakarta. Dalam sebuah forum diskusi bertema "Indonesia The Next I in BRICI?" yang digelar di Jakarta, kemarin, sejumlah petinggi dan eksekutif menyuarakan optimistisme serupa.


"Indonesia memiliki semua prasyarat untuk masuk jajaran elit BRIC. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak menambahkan 'I' pada akronim BRIC untuk menjadi BRICI," kata Wakil Direktur Bank Mandiri Riswinandi. "Sebab, label ini jadi acuan investor asing menanamkan modal mereka."


Menurut Kepala Ekonom Bank Mandiri, Mirza Adityaswara, ada sejumlah alasan mengapa Indonesia layak disejajarkan dengan negara BRIC. Pertama, wilayah Indonesia tergolong luas hingga lebih dari 3 juta km2. Kedua, potensi pasar RI besar dengan jumlah penduduk 230 juta jiwa. Ketiga, memiliki kekayaan sumber daya alam, bahkan produsen nomor satu minyak sawit mentah, nomor dua timah dan eksportir besar batu bara.


Keempat, pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen per tahun. Bahkan, RI menjadi satu dari tiga negara di dunia dengan pertumbuhan ekonomi positif pada 2008 bersama Cina dan India. Kelima, PDB per kapita Indonesia pada 2009 sekitar US$3.900 atau lebih baik dari India yang hanya US$2.900. Keenam, fiskal Indonesia tergolong sehat dengan defisit hanya 1,6 persen, lebih kecil dari defisit anggaran Rusia sebesar 6 persen, Brasil 3,3 persen, India 10 persen dan China 2,2 persen.


Bahkan, Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD) memuji ekonomi RI cukup tangguh dalam menghadapi krisis global. PDB Indonesia pada 2009 sebesar 4,6 persen atau ketiga terbesar dalam kelompok negara G-20, setelah China dan India. "Situasi terkini memberi peluang unik bagi Indonesia untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan," kata Sekretaris Jenderal OECD, Angel Gurria.


Namun, untuk mengejar impian sebagai negara berpengaruh di bidang ekonomi ada sejumlah syaratnya. OECD menyebutkan Indonesia harus serius menerapkan agenda reformasi, seperti perbaikan sistem pemungutan pajak, peningkatan efektivitas belanja negara, serta penegakan sistem hukum. "Subsidi energi Rp144 triliun pada 2010 harus dihapuskan bertahap," katanya. Dengan begitu, Indonesia punya anggaran lebih besar untuk membiayai infrastruktur yang kurang memadai.


Xavier Salai Martin, Chief Advisor dari World Economic Forum juga menyebutkan sejumlah syarat yang hampir sama agar Indonesia masuk jajaran ekonomi bergengsi. Syaratnya adalah perbaikan infrastruktur fisik, peningkatan mutu birokrasi, penegakan sistem hukum dan menjaga stabilitas ekonomimakro.


"Waspadai soal infrastruktur, jika tidak investasi, Indonesia takkan bisa mencapai pembangunan yang diharapkan." (kd) • VIVAnews


Senin, 01 November 2010

5 Profesi Yang Sangat Mengerikan !


Di hampir semua profesi, bekerja memang melelahkan, bikin stres, dan terkadang membosankan, apalagi dengan gaji rendah. Namun, tidak sedikit di antara kita yang memilih menikmati situasi itu ketimbang berkecimpung di profesi yang menakutkan.


Menawarkan tantangan yang tidak biasa, profesi yang demikian tidak cocok bagi mereka yang takut mati, merasa ngeri di tengah kegelapan maupun yang merasa seram melihat mayat.


Seorang produser CNBC, Paul Toscano, mencatat sedikitnya ada lima lahan pekerjaaan yang membutuhkan tidak saja kemampuan, namun juga keberanian ekstra bagi peminatnya. Itulah sebabnya kelima bidang pekerjaan ini tidak populer dilakoni banyak orang.


Berikut ini daftar lima profesi yang menakutkan bagi kebanyakan orang, setidaknya di Amerika Serikat, yang disusun Toscano berdasarkan sumber dari laman CareerCast.com.



1. Entomolog Forensik

Profesi ini, menurut Toscano, mempelajari serangga dan biologi arthropod untuk keperluan penyelidikan polisi atas kasus kriminal - baik itu investigasi kematian hingga mendeteksi narkoba dan racun.


Pengelola CareerCast.com, Tony Lee, mengungkapkan bahwa entomolog forensik biasanya mencari serangga yang berada di dalam mayat manusia, misalnya belatung dan lalat. Dengan penemuan serangga seperti itu, entomolog forensik bisa memperkirakan waktu atau tempat di mana korban mati secara tidak wajar.


Profesi ini tidak cocok bagi penderita necrophobia (takut dengan jenazah), entomophobia (takut dengan serangga), atau hemophobia (takut melihat darah). Bagi Careercast.com, entomolog forensik patut masuk peringkat pertama sebagai pekerjaan yang paling mengerikan, bukan karena bahayanya, melainkan terkait dengan hal-hal yang ditakuti banyak orang.


2. Pekerja tambang


Mereka biasa bekerja ratusan meter di bawah tanah dan berisiko terkubur hidup-hidup bila jalur keluar-masuk ke permukaan tanah tertutup longsor. Insiden ini sering terjadi di mancanegara.


Publik pun masih teringat dengan terkuburnya 33 pekerja tambang di Chile. Sejak 5 Agustus lalu, mereka terkubur selama 69 hari di bawah tanah dengan kedalaman 700 meter. Beruntung, mereka semua bisa selamat.


Tempat kerja para penambang pun sangat berbahaya. Mereka harus terbiasa berdekatan dengan bahan peledak, alat-alat berat dan berada di ruangan gelap yang sempit dan memiliki persediaan udara yang tipis.


Itulah sebabnya profesi penambang tidak cocok dilakoni oleh mereka yang takut berada di ruang yang sempit (claustrophobia), maupun penderita achluophobia (takut di dalam gelap), maupun mysophobia (takut dengan kuman atau kotoran).


3. Teknisi menara pemancar


Profesi ini dianggap lebih mengerikan ketimbang pembersih jendela gedung pencakar langit. Baru-baru ini ada tayangan rekaman video yang menunjukkan seorang teknisi dengan lincahnya memanjat suatu menara pemancar setinggi 1763 kaki (537,4 meter) di AS.


Menara pemancar tertinggi di AS adalah milik stasiun televisi KVLY-TV di North Dakota, yaitu setinggi 2.063 kaki (628,8 meter). Menara-menara itu butuh perawatan manual. Maka para teknisi pun harus memanjatnya.


Mereka yang mengalami acrophobia (takut di ketinggian) dan astraphobia (takut disambar petir) tidak akan coba-coba melamar jadi teknisi menara pemancar.


4. Penjinak bom


Film terbaik Festival Oscar 2010, "The Hurt Locker," cukup perinci menggambar betapa berbahayanya menjadi penjinak bom. Sedikit kesalahan membuat nyawa penjinak bom melayang, dan jarang sekali ada yang selamat dalam keadaan organ-organ tubuh tetap utuh walau sudah diperlengkapi dengan alat pengaman.


Bahkan penjinak bom bisa membahayakan nyawa orang lain bila mereka gagal mematikan alat peledak atau salah potong kabel pada detektor. Itulah sebabnya, penjinak bom termasuk profesi yang tidak populer. Selain dituntut sangat ahli dan telaten, penjinak bom juga harus mengandalkan intuisi yang tepat berdasarkan pengalaman dia sebelumnya atau orang lain, dan tidak bisa berlama-lama bila dia menghadapi bom waktu.


Profesi ini tidak cocok bagi pengidap nucleomitiphobia (takut dengan bom nuklir) dan thanatophobia (belum bertindak sudah takut mati).


5. Epidemiolog Lapangan


Pelaku profesi ini sudah paham dengan epidemiologi, yaitu suatu studi yang mempelajari penyebaran wabah penyakit yang berbahaya dan bagaimana pencegahan dan pengobatannya. Petugas epidemiolog lapangan ini lebih berisiko ketimbang pekerja medis tradisional, karena mereka harus berada di wilayah wabah dan berhubungan langsung dengan para penderita atau pihak yang dicurigai telah tertular suatu virus yang berbahaya.


Pada kasus-kasus tertentu, mereka diperlengkapi dengan perlindungan diri, mulai dari masker biasa hingga jubah khusus. Ini untuk menghidari risiko tertular penyakit yang mematikan.


Mereka sangat berjasa untuk mendapat keterangan pertama dari penderita sambil menyelidiki sumber penyebaran wabah penyakit.


Kelima profesi mengerikan itu memiliki tantangan masing-masing. Jadi, silakan pilih salah satu yang Anda minati.


5 Profesi Yang Sangat Mengerikan !


Di hampir semua profesi, bekerja memang melelahkan, bikin stres, dan terkadang membosankan, apalagi dengan gaji rendah. Namun, tidak sedikit di antara kita yang memilih menikmati situasi itu ketimbang berkecimpung di profesi yang menakutkan.


Menawarkan tantangan yang tidak biasa, profesi yang demikian tidak cocok bagi mereka yang takut mati, merasa ngeri di tengah kegelapan maupun yang merasa seram melihat mayat.


Seorang produser CNBC, Paul Toscano, mencatat sedikitnya ada lima lahan pekerjaaan yang membutuhkan tidak saja kemampuan, namun juga keberanian ekstra bagi peminatnya. Itulah sebabnya kelima bidang pekerjaan ini tidak populer dilakoni banyak orang.


Berikut ini daftar lima profesi yang menakutkan bagi kebanyakan orang, setidaknya di Amerika Serikat, yang disusun Toscano berdasarkan sumber dari laman CareerCast.com.



1. Entomolog Forensik

Profesi ini, menurut Toscano, mempelajari serangga dan biologi arthropod untuk keperluan penyelidikan polisi atas kasus kriminal - baik itu investigasi kematian hingga mendeteksi narkoba dan racun.


Pengelola CareerCast.com, Tony Lee, mengungkapkan bahwa entomolog forensik biasanya mencari serangga yang berada di dalam mayat manusia, misalnya belatung dan lalat. Dengan penemuan serangga seperti itu, entomolog forensik bisa memperkirakan waktu atau tempat di mana korban mati secara tidak wajar.


Profesi ini tidak cocok bagi penderita necrophobia (takut dengan jenazah), entomophobia (takut dengan serangga), atau hemophobia (takut melihat darah). Bagi Careercast.com, entomolog forensik patut masuk peringkat pertama sebagai pekerjaan yang paling mengerikan, bukan karena bahayanya, melainkan terkait dengan hal-hal yang ditakuti banyak orang.


2. Pekerja tambang


Mereka biasa bekerja ratusan meter di bawah tanah dan berisiko terkubur hidup-hidup bila jalur keluar-masuk ke permukaan tanah tertutup longsor. Insiden ini sering terjadi di mancanegara.


Publik pun masih teringat dengan terkuburnya 33 pekerja tambang di Chile. Sejak 5 Agustus lalu, mereka terkubur selama 69 hari di bawah tanah dengan kedalaman 700 meter. Beruntung, mereka semua bisa selamat.


Tempat kerja para penambang pun sangat berbahaya. Mereka harus terbiasa berdekatan dengan bahan peledak, alat-alat berat dan berada di ruangan gelap yang sempit dan memiliki persediaan udara yang tipis.


Itulah sebabnya profesi penambang tidak cocok dilakoni oleh mereka yang takut berada di ruang yang sempit (claustrophobia), maupun penderita achluophobia (takut di dalam gelap), maupun mysophobia (takut dengan kuman atau kotoran).


3. Teknisi menara pemancar


Profesi ini dianggap lebih mengerikan ketimbang pembersih jendela gedung pencakar langit. Baru-baru ini ada tayangan rekaman video yang menunjukkan seorang teknisi dengan lincahnya memanjat suatu menara pemancar setinggi 1763 kaki (537,4 meter) di AS.


Menara pemancar tertinggi di AS adalah milik stasiun televisi KVLY-TV di North Dakota, yaitu setinggi 2.063 kaki (628,8 meter). Menara-menara itu butuh perawatan manual. Maka para teknisi pun harus memanjatnya.


Mereka yang mengalami acrophobia (takut di ketinggian) dan astraphobia (takut disambar petir) tidak akan coba-coba melamar jadi teknisi menara pemancar.


4. Penjinak bom


Film terbaik Festival Oscar 2010, "The Hurt Locker," cukup perinci menggambar betapa berbahayanya menjadi penjinak bom. Sedikit kesalahan membuat nyawa penjinak bom melayang, dan jarang sekali ada yang selamat dalam keadaan organ-organ tubuh tetap utuh walau sudah diperlengkapi dengan alat pengaman.


Bahkan penjinak bom bisa membahayakan nyawa orang lain bila mereka gagal mematikan alat peledak atau salah potong kabel pada detektor. Itulah sebabnya, penjinak bom termasuk profesi yang tidak populer. Selain dituntut sangat ahli dan telaten, penjinak bom juga harus mengandalkan intuisi yang tepat berdasarkan pengalaman dia sebelumnya atau orang lain, dan tidak bisa berlama-lama bila dia menghadapi bom waktu.


Profesi ini tidak cocok bagi pengidap nucleomitiphobia (takut dengan bom nuklir) dan thanatophobia (belum bertindak sudah takut mati).


5. Epidemiolog Lapangan


Pelaku profesi ini sudah paham dengan epidemiologi, yaitu suatu studi yang mempelajari penyebaran wabah penyakit yang berbahaya dan bagaimana pencegahan dan pengobatannya. Petugas epidemiolog lapangan ini lebih berisiko ketimbang pekerja medis tradisional, karena mereka harus berada di wilayah wabah dan berhubungan langsung dengan para penderita atau pihak yang dicurigai telah tertular suatu virus yang berbahaya.


Pada kasus-kasus tertentu, mereka diperlengkapi dengan perlindungan diri, mulai dari masker biasa hingga jubah khusus. Ini untuk menghidari risiko tertular penyakit yang mematikan.


Mereka sangat berjasa untuk mendapat keterangan pertama dari penderita sambil menyelidiki sumber penyebaran wabah penyakit.


Kelima profesi mengerikan itu memiliki tantangan masing-masing. Jadi, silakan pilih salah satu yang Anda minati.