Kamis, 24 Desember 2009

Mobil Canggih Berbahan Bakar Angin !


penemuan terbaru yang ada di dunia, mobil dengan bahan bakar angin yang sangat ramah lingkungan berbeda dengan bahan bakar lain, bahan bakar angin tidak menimbulkan polusi udara.

ada tekhnologi hybrid yang mengklaim mengklaim lebih irit bahan bakar dan lebih ramah lingkungan, tapi sebenarnya teknologi hybrid tak benar-benar ramah bagi bumi ini. mesin hybrid mengaktifkan mesin yg konfensional dengan menggunakan bahan bakar fosil yang didukung oleh baterai, tapi untuk mobil bertenaga angin yang dikembangkan sebuah perusahaan di New York, AS, ini benar-benar tak menghasilkan emisi. hebat banget kan ?

mobil yg di gerakan dengan memanfaatkan polusi udara yang di mampatkan, di kembangkan oleh mantan insinyur di Formula Satu yang kini bekerja di European MDI Corporation, mobil angin ini sudah siap memasuki tahap pembuatan prototipe.Setelah melakukan serangkaian kesepakatan yang diduga dilakukan bersama Tata Motors dan sejumlah produsen otomotif Jepang, MDI baru saja memberikan lisensi teknologi anyar itu kepada Zero Pollution Motors yang berbasis di New York. Perusahaan otomotif Amerika itu akan memproduksi mobil tenaga angin dengan kapasitas enam tempat duduk, mobil akan diluncurkan pada tahun 2010. Menurut Technoride, Zero Pollution akan mengembangkan mobil tenaga angin yang mampu digenjot hingga kecepatan puncak 150 km/jam dengan daya jangkau sekitar 800 mil.

Para perancangnya memberi nama mobil berkapasitas lima tempat duduk ini, OneCAT. Body mobil dibangun dari fiber glass. Karenanya mobil ini hanya memiliki barat kosong 350 kg. Biaya rancang bangunnya pun relatif rendah, tidak lebih dari 2.500 poundsterling.

Yang membedakan dengan mobil ramah lingkungan lainnya (hybrid) adalah mobil ini tidak digerakkan listrik atau batteray. Melainkan udara bertekanan. Udara bertekanan ini berasal dari mesin kompresor yang disimpan dalam sebuah tangki fiber carbon. Tangki didesain menyatu dengan chasis.
Untuk mengisi penuh tangki udara itu hanya dibutuhkan watu tidak kurang dari tiga menit. Lebih cepat dibandingkan dengan mengisi batteray mobil meski lewat quick charge sekali pun. Volume penuh udara tangki mampu menjalankan kendaraan hingga empat jam.

Untuk menempuh perjalanan jauh, mobil ini dilengkapi booster berupa fuel burner yang akan membakar atau meledakkan udara. Ledakan ini akan mendorong pistons air bertekanan yang menggerakkan pistons. Fuel burner mampu bekerja baik untuk semua jenis minyak bakar.
“Saat dikendarai di dalam kota, mobil cukup digerakkan udara bertekanan. Fuel burner baru dipergunakan jika ke luar kota atau membutuhkan kecepatan tinggi,” ‘ kata Gyu Negre, sang penemu yang berkebangsaan Prancis itu.
Negre yakin mobilnya ini akan banyak peminat. Mengingat lebih ramah lingkungan. Kondisi yang kini gencar dipersyaratkan di benua Eropa. “Para pembeli mobil ini adalah mereka yang sangat peduli lingkungan,’ ungkapnya.
mudah untuk menghemat BBM. Tawaran ini menarik pada saat pemerintah mengimbau hemat BBM di tengah kelangkaan pasokan premium dan harga minyak mentah dunia yang tinggi.

Ada perangkat Fuel Xtreme yang secara elektronik membantu mengubah BBM menjadi lebih aktif. Gerakan molekul dipercepat sehingga menaikkan energi bakar. Pembakaran menjadi lebih sempurna, mesin tak panas, dan buntutnya adalah efisiensi alias hemat bahan bakar. Alat ini sudah diuji coba dan terasa pada tarikan mesin yang lebih ringan, akselerasi enteng. Logisnya, BBM pun hemat.

Perangkat lainnya, Super FuelMax, berupa magnet yang dipasang di saluran bahan bakar sebelum masuk ke ruang bakar mesin. Seorang rekan sudah menggunakan alat ini dan diakuinya ada perubahan dalam tarikan mesin. Menggunakan Magnet Neodymium, Super FuelMax sanggup memecahkan dan mengionisasi rantai molekul hidrokarbon pada BBM. Hasilnya, pembakaran BBM menjadi sempurna dan akhirnya hemat bahan bakar.
Juga bisa ditemui Magic Jet yang lebih pada pengaturan kualitas udara yang diperlukan untuk pembakaran BBM di mesin. Efisiensi muncul karena pembakaran sempurna. PT Astra Otoparts dalam waktu dekat juga akan meluncurkan Bardhal Octane Booster yang memperbaiki kadar oktan yang rendah dalam BBM di negeri ini. Mobil berteknologi mutakhir membutuhkan oktan yang lebih tinggi. Juga hendak diluncurkan Specta Fuel Catalyst yang juga bisa memperbaiki mutu BBM yang ada.

Pengemudi harus paham soal dan bobot kendaraan, termasuk muatannya. Misal, sebuah sport utility vehicle (SUV) seperti Opel Blazer dengan bobot 2 ton sekalipun bermesin 2.2 Liter (2.198 cc) tidak bisa diajak balap dengan sebuah Honda Jazz dengan mesin 1.5 Liter (1.497 cc) dan bobot tak sampai setengahnya Opel. Mesin 2.2 Liter untuk perjalanan jauh, melalap jalan terjal dan berlumpur, bukan untuk balap.

Berkaitan dengan bobot mobil dan hemat BBM, BMW Group dari Jerman kian berupaya menekan bobot mobil keluarannya dengan menggunakan bahan yang lebih ringan. â?Membuat mobil lebih ringan 100 kilogram berarti menghemat setengah liter BBM untuk jarak tempuh 100 kilometer,â? ujar Helena Abidin dari PT BMW Indonesia.

Belum lagi dari aspek aerodinamis. Mobil sedan jelas lebih melaju ketimbang SUV maupun multipurpose vehicle (MPV). Bentuknya yang lebih pipih membuat gesekan angin dari depan lebih kecil dibandingkan dengan SUV atau MPV, apalagi bus atau truk. Pemakaian BBM pun semakin rendah. Jadi, tak tepat jika SUV diajak balap dengan sedan.

Mobil yang sudah dimodifikasi berbeda dalam konsumsi BBM dibandingkan dengan mobil standar pabrik. Ban yang lebar semakin menambah tahanan angin dan kerja mesin. Ban yang standar tetapi tekanan angin kurang juga berdampak pada pemakaian BBM. Belum lagi tambahan berbagai aksesori di luar maupun di dalam mobil, yang selain menambah bobot kendaraan, juga menambah gesekan angin dari depan saat melaju.

Pengemudi juga harus mengenal daya kerja mesin. Misalnya, soal tenaga maksimum dan torsi maksimum. Torsi maksimum pada putaran mesin rendah (rpm) jelas membuat kendaraan ini tak perlu tenaga mesin besar saat meluncur perdana. BBM pun lebih hemat karena pedal gas tak perlu diinjak dalam. Tarikan panjang di awal atau kebiasaan menekan pedal gas berulang-ulang jelas pemborosan.

Tenaga maksimum mesin pada rpm sekian juga menunjukkan bahwa kendaraan tak bisa lagi pacu. Semisal tenaga maksimum pada 4.000 rpm, maka kendaraan tak bisa dipaksa lagi di atas rpm ini. Tidak akan ada tambahan tenaga kecuali BBM yang terbuang sia-sia.

Semua obrolan di atas ini dengan asumsi mesin mobil dalam kondisi prima. Busi, sistem pengapian lainnya, pelumas bagus, dan peralatan lainnya mantap. Jangan berbicara konsumsi BBM irit kalau kondisi mesin reyot. Asap tebal terlihat dari ujung knalpot, padahal mobil bermesin premium. Kalau ini bukan saja tidak hemat BBM, tetapi juga merusak lingkungan. Jadi, urusan hemat BBM itu sebenarnya persoalan kecil. Bagaimana setiap pengemudi tahu diri, termasuk mengenal kondisi utuh dari kendaraannya. Saatnya ikut prihatin dengan kondisi BBM di negeri ini

Mobil Canggih Berbahan Bakar Angin !


penemuan terbaru yang ada di dunia, mobil dengan bahan bakar angin yang sangat ramah lingkungan berbeda dengan bahan bakar lain, bahan bakar angin tidak menimbulkan polusi udara.

ada tekhnologi hybrid yang mengklaim mengklaim lebih irit bahan bakar dan lebih ramah lingkungan, tapi sebenarnya teknologi hybrid tak benar-benar ramah bagi bumi ini. mesin hybrid mengaktifkan mesin yg konfensional dengan menggunakan bahan bakar fosil yang didukung oleh baterai, tapi untuk mobil bertenaga angin yang dikembangkan sebuah perusahaan di New York, AS, ini benar-benar tak menghasilkan emisi. hebat banget kan ?

mobil yg di gerakan dengan memanfaatkan polusi udara yang di mampatkan, di kembangkan oleh mantan insinyur di Formula Satu yang kini bekerja di European MDI Corporation, mobil angin ini sudah siap memasuki tahap pembuatan prototipe.Setelah melakukan serangkaian kesepakatan yang diduga dilakukan bersama Tata Motors dan sejumlah produsen otomotif Jepang, MDI baru saja memberikan lisensi teknologi anyar itu kepada Zero Pollution Motors yang berbasis di New York. Perusahaan otomotif Amerika itu akan memproduksi mobil tenaga angin dengan kapasitas enam tempat duduk, mobil akan diluncurkan pada tahun 2010. Menurut Technoride, Zero Pollution akan mengembangkan mobil tenaga angin yang mampu digenjot hingga kecepatan puncak 150 km/jam dengan daya jangkau sekitar 800 mil.

Para perancangnya memberi nama mobil berkapasitas lima tempat duduk ini, OneCAT. Body mobil dibangun dari fiber glass. Karenanya mobil ini hanya memiliki barat kosong 350 kg. Biaya rancang bangunnya pun relatif rendah, tidak lebih dari 2.500 poundsterling.

Yang membedakan dengan mobil ramah lingkungan lainnya (hybrid) adalah mobil ini tidak digerakkan listrik atau batteray. Melainkan udara bertekanan. Udara bertekanan ini berasal dari mesin kompresor yang disimpan dalam sebuah tangki fiber carbon. Tangki didesain menyatu dengan chasis.
Untuk mengisi penuh tangki udara itu hanya dibutuhkan watu tidak kurang dari tiga menit. Lebih cepat dibandingkan dengan mengisi batteray mobil meski lewat quick charge sekali pun. Volume penuh udara tangki mampu menjalankan kendaraan hingga empat jam.

Untuk menempuh perjalanan jauh, mobil ini dilengkapi booster berupa fuel burner yang akan membakar atau meledakkan udara. Ledakan ini akan mendorong pistons air bertekanan yang menggerakkan pistons. Fuel burner mampu bekerja baik untuk semua jenis minyak bakar.
“Saat dikendarai di dalam kota, mobil cukup digerakkan udara bertekanan. Fuel burner baru dipergunakan jika ke luar kota atau membutuhkan kecepatan tinggi,” ‘ kata Gyu Negre, sang penemu yang berkebangsaan Prancis itu.
Negre yakin mobilnya ini akan banyak peminat. Mengingat lebih ramah lingkungan. Kondisi yang kini gencar dipersyaratkan di benua Eropa. “Para pembeli mobil ini adalah mereka yang sangat peduli lingkungan,’ ungkapnya.
mudah untuk menghemat BBM. Tawaran ini menarik pada saat pemerintah mengimbau hemat BBM di tengah kelangkaan pasokan premium dan harga minyak mentah dunia yang tinggi.

Ada perangkat Fuel Xtreme yang secara elektronik membantu mengubah BBM menjadi lebih aktif. Gerakan molekul dipercepat sehingga menaikkan energi bakar. Pembakaran menjadi lebih sempurna, mesin tak panas, dan buntutnya adalah efisiensi alias hemat bahan bakar. Alat ini sudah diuji coba dan terasa pada tarikan mesin yang lebih ringan, akselerasi enteng. Logisnya, BBM pun hemat.

Perangkat lainnya, Super FuelMax, berupa magnet yang dipasang di saluran bahan bakar sebelum masuk ke ruang bakar mesin. Seorang rekan sudah menggunakan alat ini dan diakuinya ada perubahan dalam tarikan mesin. Menggunakan Magnet Neodymium, Super FuelMax sanggup memecahkan dan mengionisasi rantai molekul hidrokarbon pada BBM. Hasilnya, pembakaran BBM menjadi sempurna dan akhirnya hemat bahan bakar.
Juga bisa ditemui Magic Jet yang lebih pada pengaturan kualitas udara yang diperlukan untuk pembakaran BBM di mesin. Efisiensi muncul karena pembakaran sempurna. PT Astra Otoparts dalam waktu dekat juga akan meluncurkan Bardhal Octane Booster yang memperbaiki kadar oktan yang rendah dalam BBM di negeri ini. Mobil berteknologi mutakhir membutuhkan oktan yang lebih tinggi. Juga hendak diluncurkan Specta Fuel Catalyst yang juga bisa memperbaiki mutu BBM yang ada.

Pengemudi harus paham soal dan bobot kendaraan, termasuk muatannya. Misal, sebuah sport utility vehicle (SUV) seperti Opel Blazer dengan bobot 2 ton sekalipun bermesin 2.2 Liter (2.198 cc) tidak bisa diajak balap dengan sebuah Honda Jazz dengan mesin 1.5 Liter (1.497 cc) dan bobot tak sampai setengahnya Opel. Mesin 2.2 Liter untuk perjalanan jauh, melalap jalan terjal dan berlumpur, bukan untuk balap.

Berkaitan dengan bobot mobil dan hemat BBM, BMW Group dari Jerman kian berupaya menekan bobot mobil keluarannya dengan menggunakan bahan yang lebih ringan. â?Membuat mobil lebih ringan 100 kilogram berarti menghemat setengah liter BBM untuk jarak tempuh 100 kilometer,â? ujar Helena Abidin dari PT BMW Indonesia.

Belum lagi dari aspek aerodinamis. Mobil sedan jelas lebih melaju ketimbang SUV maupun multipurpose vehicle (MPV). Bentuknya yang lebih pipih membuat gesekan angin dari depan lebih kecil dibandingkan dengan SUV atau MPV, apalagi bus atau truk. Pemakaian BBM pun semakin rendah. Jadi, tak tepat jika SUV diajak balap dengan sedan.

Mobil yang sudah dimodifikasi berbeda dalam konsumsi BBM dibandingkan dengan mobil standar pabrik. Ban yang lebar semakin menambah tahanan angin dan kerja mesin. Ban yang standar tetapi tekanan angin kurang juga berdampak pada pemakaian BBM. Belum lagi tambahan berbagai aksesori di luar maupun di dalam mobil, yang selain menambah bobot kendaraan, juga menambah gesekan angin dari depan saat melaju.

Pengemudi juga harus mengenal daya kerja mesin. Misalnya, soal tenaga maksimum dan torsi maksimum. Torsi maksimum pada putaran mesin rendah (rpm) jelas membuat kendaraan ini tak perlu tenaga mesin besar saat meluncur perdana. BBM pun lebih hemat karena pedal gas tak perlu diinjak dalam. Tarikan panjang di awal atau kebiasaan menekan pedal gas berulang-ulang jelas pemborosan.

Tenaga maksimum mesin pada rpm sekian juga menunjukkan bahwa kendaraan tak bisa lagi pacu. Semisal tenaga maksimum pada 4.000 rpm, maka kendaraan tak bisa dipaksa lagi di atas rpm ini. Tidak akan ada tambahan tenaga kecuali BBM yang terbuang sia-sia.

Semua obrolan di atas ini dengan asumsi mesin mobil dalam kondisi prima. Busi, sistem pengapian lainnya, pelumas bagus, dan peralatan lainnya mantap. Jangan berbicara konsumsi BBM irit kalau kondisi mesin reyot. Asap tebal terlihat dari ujung knalpot, padahal mobil bermesin premium. Kalau ini bukan saja tidak hemat BBM, tetapi juga merusak lingkungan. Jadi, urusan hemat BBM itu sebenarnya persoalan kecil. Bagaimana setiap pengemudi tahu diri, termasuk mengenal kondisi utuh dari kendaraannya. Saatnya ikut prihatin dengan kondisi BBM di negeri ini

Rabu, 23 Desember 2009

Bisnis Website Meroket Seperti Real Estate !

Seorang praktisi pembuatan website yang termasuk masih pemula berkirim pesan online, intinya menggunjingkan harga jual website yang gila-gilaan. Harganya tidak sekadar jutaan, tetapi miliaran. Bahkan ada yang mencapai tiga triliunan rupiah. "Akhirnya saya ikutan jualan website, laku Rp 1,5 juta, lumayan buat pemula," katanya.

Era sekarang sudah berbeda dengan lima tahun lalu. Jika dulu bisnis utama para spekulan adalah bagaimana mencari nama domain dot com yang bagus (premium name), hal seperti itu sudah lewat.

Memang sampai sekarang masih ada yang nekat "membabi buta" pasang harga nama domain melangit, seperti www.kompas.mobi dan www.klikbca.mobi yang dipasang harga oleh broker 800.000 dollar AS. Tetapi, hanya sekadar memarkir domain itu tanpa ada isinya tak akan membuat orang tertarik.

Kini arah bisnis sudah berubah. Angka traffic atau lalu lintas pengunjung web jauh lebih menarik dari sekadar nama domain. Walau demikian, tetap nama domain harus dijaga.

Setidaknya, untuk sebuah perusahaan akan terlihat menggelikan jika nama perusahaannya sudah dibajak orang. Contoh lama kasus ini melanda www.gudanggaram.com dan www.satelindo.com (untung sudah berubah nama jadi Indosat) yang berada di tangan orang lain.

Bisnis portal

Traffic atau lalu lintas pengunjung di sebuah website sekarang lebih dilirik pembeli website. Jika ingin membeli sebuah website, pertama kali yang dicek adalah seperti apa statistik lalu lintas datanya.

Kategori "portal news" adalah website yang mudah dibuat karena tersedia berbagai software pembuat website interaktif yang bisa didapatkan gratis. Karena itu, para pemain bisnis website ini rata-rata membangun portal (gerbang informasi). Bisa portal selebriti Indonesia, selebriti internasional, portal olahraga, portal berita umum, portal teknologi informasi, apa pun bisa "dijual".

Semakin menarik isi portal tersebut, semakin banyak yang mengunjungi, dan semakin banyak yang membuat link atau tautan untuk website itu, maka semakin tinggi traffic-nya dan semakin mahal harganya.

Luput dari sorotan publik, ternyata bisnis penjualan website di Indonesia cukup mencengangkan. Seorang tenaga staf sebuah perusahaan yang mengelola beberapa portal mengatakan perusahaannya beberapa bulan lalu menjual portal yang isinya selebriti internasional dengan harga tiga triliun rupiah.

"Portal entertainment itu paling banyak dikunjungi dan mudah update-nya, beda dengan berita-berita umum atau berita politik," kata tenaga staf tadi. Pemain kecil tak akan turun di segmen portal berita umum karena sudah kalah jauh dengan media massa.

Hebatnya, bisnis seperti itu dilakoni secara individual, dari rumah saja, bukan dari perusahaan resmi yang berkibar namanya. "Bos saya itu sudah lama jualan website, kadang beli website yang belum jadi, terus dikembangkan isinya, kalau sudah bagus baru dijual," katanya.

Kini, pemain-pemain baru di Indonesia terus tumbuh. Pemain baru akan membuka harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah saja. Cek di mesin pencari di google.com, rata-rata website berbahasa Indonesia dijual murah dengan harga Rp 1,5 juta. Harga itu tidak terlalu jelek karena modal mereka untuk nama domain dot com plus web hosting-nya per tahun bisa cuma Rp 200.000.

"Website" komunitas

Tren yang masih berkembang saat ini adalah bagaimana meng-online-kan komunitas-komunitas yang ada. Hingga kini hampir semua segmen komunitas sudah dibuatkan website-nya.

Konsep website komunitas selalu menarik perhatian karena komunitas yang loyal dan banyak akan semakin membuat website ramai sekaligus meningkatkan rating website di mata mesin pencari. Salah satu ciri adalah memiliki sistem keanggotaan yang terdaftar.

Data teknis anggota seperti daerah asal, umur, pekerjaan, akan menjadi profil yang menarik bagi pendistribusian informasi yang sesuai. Karena itu, website komunitas menjadi kandidat kuat untuk mendapatkan iklan online secara lebih mudah.

Fotografer.net adalah salah satu komunitas pehobi fotografi yang anggotanya ribuan dan memiliki loyalitas tinggi. Dari sisi kepentingan bisnis, nilai domain dan website fotografer.net akan mahal (jika dijual).

Chip.co.id (dari majalah komputer CHIP) juga menjadi contoh yang baik bagaimana mereka mengelola komunitas. Tak ada catatan valid, website mana yang anggotanya paling banyak di Indonesia. Namun, chip.co.id pernah mengklaim sebagai komunitas bidang teknologi informasi yang terbesar di Indonesia.

Keberhasilan situs-situs komunitas Indonesia sebenarnya tak bisa dinilai dengan uang. Loyalitas anggota komunitas lebih dari sekadar uang. Karena itu, akan menjadi kendala tersendiri jika sewaktu-waktu pemilik komunitas itu menjual website-nya.

Jika ingin memulai menjadikan website sebagai komoditas, jenis portal berita akan lebih baik daripada website komunitas. Namun, jika fokusnya adalah mengembangkan website untuk mendapatkan pendapatan dari iklan online, website komunitas bisa jadi pilihan.

Valuasi "website"

Anda punya website dan ingin menjualnya tetapi bingung menentukan harga? Beberapa perusahaan sudah banyak mencoba membuat software online untuk menilai website. Perhitungan ini biasanya didasari pada jumlah link website kita di tempat lain.

Contohnya www.dnscoop.com. Dari situs ini, perkiraan harga Yahoo.com adalah 2.147.483.647 dollar AS. Ada juga www.estibot.com, perkiraan harga Yahoo.com 13.000.000 dollar AS untuk nama domainnya dan 372.000.000 dollar AS untuk traffict-nya. Satu lagi, www.smartpagerank.com, maka perkiraan harga Yahoo.com 3.103.366.084 dollar AS.

Harga sebuah website akan meroket jika traffict juga meroket. Karena itu, bagi perusahaan yang berkecimpung di dalamnya, bisnis jualan website yang sudah ada traffict-nya jauh lebih menggiurkan dibandingkan dengan bisnis real estat.

Harga valuasi di atas hanya perkiraan dan valid bagi domain utama. Untuk kategori subdomain dan weblog (seperti anggota blogger.com), bisa jadi harga yang tertera tak berarti apa-apa karena tak akan ada yang mau membeli blog/subdomain. Jadi, jika ingin serius, tinggalkan blog gratisan dan bangun blog atau portal sendiri dari domain utama.


Bisnis Website Meroket Seperti Real Estate !

Seorang praktisi pembuatan website yang termasuk masih pemula berkirim pesan online, intinya menggunjingkan harga jual website yang gila-gilaan. Harganya tidak sekadar jutaan, tetapi miliaran. Bahkan ada yang mencapai tiga triliunan rupiah. "Akhirnya saya ikutan jualan website, laku Rp 1,5 juta, lumayan buat pemula," katanya.

Era sekarang sudah berbeda dengan lima tahun lalu. Jika dulu bisnis utama para spekulan adalah bagaimana mencari nama domain dot com yang bagus (premium name), hal seperti itu sudah lewat.

Memang sampai sekarang masih ada yang nekat "membabi buta" pasang harga nama domain melangit, seperti www.kompas.mobi dan www.klikbca.mobi yang dipasang harga oleh broker 800.000 dollar AS. Tetapi, hanya sekadar memarkir domain itu tanpa ada isinya tak akan membuat orang tertarik.

Kini arah bisnis sudah berubah. Angka traffic atau lalu lintas pengunjung web jauh lebih menarik dari sekadar nama domain. Walau demikian, tetap nama domain harus dijaga.

Setidaknya, untuk sebuah perusahaan akan terlihat menggelikan jika nama perusahaannya sudah dibajak orang. Contoh lama kasus ini melanda www.gudanggaram.com dan www.satelindo.com (untung sudah berubah nama jadi Indosat) yang berada di tangan orang lain.

Bisnis portal

Traffic atau lalu lintas pengunjung di sebuah website sekarang lebih dilirik pembeli website. Jika ingin membeli sebuah website, pertama kali yang dicek adalah seperti apa statistik lalu lintas datanya.

Kategori "portal news" adalah website yang mudah dibuat karena tersedia berbagai software pembuat website interaktif yang bisa didapatkan gratis. Karena itu, para pemain bisnis website ini rata-rata membangun portal (gerbang informasi). Bisa portal selebriti Indonesia, selebriti internasional, portal olahraga, portal berita umum, portal teknologi informasi, apa pun bisa "dijual".

Semakin menarik isi portal tersebut, semakin banyak yang mengunjungi, dan semakin banyak yang membuat link atau tautan untuk website itu, maka semakin tinggi traffic-nya dan semakin mahal harganya.

Luput dari sorotan publik, ternyata bisnis penjualan website di Indonesia cukup mencengangkan. Seorang tenaga staf sebuah perusahaan yang mengelola beberapa portal mengatakan perusahaannya beberapa bulan lalu menjual portal yang isinya selebriti internasional dengan harga tiga triliun rupiah.

"Portal entertainment itu paling banyak dikunjungi dan mudah update-nya, beda dengan berita-berita umum atau berita politik," kata tenaga staf tadi. Pemain kecil tak akan turun di segmen portal berita umum karena sudah kalah jauh dengan media massa.

Hebatnya, bisnis seperti itu dilakoni secara individual, dari rumah saja, bukan dari perusahaan resmi yang berkibar namanya. "Bos saya itu sudah lama jualan website, kadang beli website yang belum jadi, terus dikembangkan isinya, kalau sudah bagus baru dijual," katanya.

Kini, pemain-pemain baru di Indonesia terus tumbuh. Pemain baru akan membuka harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah saja. Cek di mesin pencari di google.com, rata-rata website berbahasa Indonesia dijual murah dengan harga Rp 1,5 juta. Harga itu tidak terlalu jelek karena modal mereka untuk nama domain dot com plus web hosting-nya per tahun bisa cuma Rp 200.000.

"Website" komunitas

Tren yang masih berkembang saat ini adalah bagaimana meng-online-kan komunitas-komunitas yang ada. Hingga kini hampir semua segmen komunitas sudah dibuatkan website-nya.

Konsep website komunitas selalu menarik perhatian karena komunitas yang loyal dan banyak akan semakin membuat website ramai sekaligus meningkatkan rating website di mata mesin pencari. Salah satu ciri adalah memiliki sistem keanggotaan yang terdaftar.

Data teknis anggota seperti daerah asal, umur, pekerjaan, akan menjadi profil yang menarik bagi pendistribusian informasi yang sesuai. Karena itu, website komunitas menjadi kandidat kuat untuk mendapatkan iklan online secara lebih mudah.

Fotografer.net adalah salah satu komunitas pehobi fotografi yang anggotanya ribuan dan memiliki loyalitas tinggi. Dari sisi kepentingan bisnis, nilai domain dan website fotografer.net akan mahal (jika dijual).

Chip.co.id (dari majalah komputer CHIP) juga menjadi contoh yang baik bagaimana mereka mengelola komunitas. Tak ada catatan valid, website mana yang anggotanya paling banyak di Indonesia. Namun, chip.co.id pernah mengklaim sebagai komunitas bidang teknologi informasi yang terbesar di Indonesia.

Keberhasilan situs-situs komunitas Indonesia sebenarnya tak bisa dinilai dengan uang. Loyalitas anggota komunitas lebih dari sekadar uang. Karena itu, akan menjadi kendala tersendiri jika sewaktu-waktu pemilik komunitas itu menjual website-nya.

Jika ingin memulai menjadikan website sebagai komoditas, jenis portal berita akan lebih baik daripada website komunitas. Namun, jika fokusnya adalah mengembangkan website untuk mendapatkan pendapatan dari iklan online, website komunitas bisa jadi pilihan.

Valuasi "website"

Anda punya website dan ingin menjualnya tetapi bingung menentukan harga? Beberapa perusahaan sudah banyak mencoba membuat software online untuk menilai website. Perhitungan ini biasanya didasari pada jumlah link website kita di tempat lain.

Contohnya www.dnscoop.com. Dari situs ini, perkiraan harga Yahoo.com adalah 2.147.483.647 dollar AS. Ada juga www.estibot.com, perkiraan harga Yahoo.com 13.000.000 dollar AS untuk nama domainnya dan 372.000.000 dollar AS untuk traffict-nya. Satu lagi, www.smartpagerank.com, maka perkiraan harga Yahoo.com 3.103.366.084 dollar AS.

Harga sebuah website akan meroket jika traffict juga meroket. Karena itu, bagi perusahaan yang berkecimpung di dalamnya, bisnis jualan website yang sudah ada traffict-nya jauh lebih menggiurkan dibandingkan dengan bisnis real estat.

Harga valuasi di atas hanya perkiraan dan valid bagi domain utama. Untuk kategori subdomain dan weblog (seperti anggota blogger.com), bisa jadi harga yang tertera tak berarti apa-apa karena tak akan ada yang mau membeli blog/subdomain. Jadi, jika ingin serius, tinggalkan blog gratisan dan bangun blog atau portal sendiri dari domain utama.


Mencubit Titipan Setan !


Departemen Kesehatan mengimbau kalangan medis untuk tidak menyunat perempuan. Banyak yang percaya perempuan wajib sunat.

Dewi bukan nama sebe­narnya-masih dihantui trauma akibat kejadian 27 tahun lalu. Berdua de­ngan adik perempuannya, ia diantar ke seorang bidan. Kedua gadis kecil yang bermukim di Sawangan, Depok, Jawa Barat, ini rupanya disunat. Dewi ma­sih 9 tahun waktu itu, adiknya 1,5 tahun.

Ayah Dewi membujuk. "Ini rasanya seperti dicolek saja. Lagi pula, bagus untuk kesehatan," ujar Dewi menirukan bujukan sang ayah.

Tibalah Dewi di ruang perik­sa. Ia disuruh duduk dan melihat ke langit-langit. Bidan memberi suntikan pengurang sakit. Toh, sayatan pisau pada klitorisnya tetap membuatnya menjerit. "Ibu saya juga menangis melihat saya kesakitan."

Perih bekas sayatan masih dirasakan Dewi sampai beberapa hari. Selama itu, dia sekuat tenaga menahan keinginan untuk buang air kecil. "Saya takut pipis karena sakit sekali," ceritanya.

Dewi dan adiknya merupa­kan dua dari banyak perempu­an yang pernah disunat. Dua pekan lalu, sejumlah organisasi perempuan nasional dan internasional mengadakan penelitian tentang praktek sunat seperti yang dialami Dewi. Penelitian itu mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan dilakukan selama tiga tahun. Lokasinya di beberapa tempat, antara lain Padang, Serang, Sumenep, Kutai Kartanegara, Gorontalo, dan Ambon. Ternyata, diketahui hampir semua perempuan di Indonesia dikhitan.

Sunat dijalankan dengan ca­ra berbeda-beda. Yang sama adalah obyeknya, klitoris. Yang mengagetkan, "Tujuh puluh dua persen dilakukan dengan cara­-cara berbahaya dan 28 persen dilakukan secara simbolis," kata Sri Hermianti, Direktur Bina Kesehatan Ibu dan Anak, Departemen Kesehatan.

Tindakan berbahaya yang ia maksud antara lain melakukan sayatan, goresan, atau pemotongan secara insisi, yaitu tanpa ada jaringan yang terlepas, dan eksisi, yaitu memotong melepas jaringan. "Jika klitoris sudah rusak, berarti dia tidak punya kepekaan terhadap lawan jenisnya. Itu berarti merusak proses reproduksi seksualnya," ujar Sri.

Dalam jangka panjang, rusaknya kli­toris bisa mengakibatkan gangguan menstruasi, infeksi saluran kemih kronis, radang panggul kronis, dan disfungsi seksual. Bahkan risiko tertular HIV/ AIDS pun menjadi lebih tinggi. Karena pertimbangan itulah Departemen Kese­hatan mengimbau tenaga medis profe­sional, dokter dan bidan, tidak melakukan sunat pada perempuan.

Imbauan yang dikeluarkan Departe­men Kesehatan segera memancing per­debatan. Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ma'ruf Amien mengatakan imbauan itu tidak benar. Sunat, menurut dia, merupakan bagian ajaran Islam yang harus dilaksanakan, bukan malah dilarang.

Di masyarakat sendiri ada ke­percayaan bahwa perempuan wajib disunat seperti halnya laki-laki. Masyarakat Goronta­10, misalnya, percaya ada segum­pal daging kecil sebesar butir­an beras yang menempel pada klitoris. "Menurut para leluhur, yang menempel pada klitoris itu titipan setan dan harus diber­sihkan," kata Farha Daulima, pemuka adat Gorontalo.

Dalam tradisi Gorontalo, bo­cah perempuan usia satu sampai dua tahun akan menjalani masa adat. Saat itu mereka harus mengikuti upacara mopolihu lo limu - mandi air ramuan li­mau purut dan mongubingo, khitan atau mencubit daging yang menempel pada klitoris. Secara turun-temurun mereka percaya, jika hal itu tidak di­lakukan, maka anak yang dila­hirkan tetap membawa barang haram

Secara agama, khitan pada lelaki maupun perempuan juga dianggap kewajiban bagi se­tiap muslim suku Gorontalo. Alasannya lain lagi. "Khitan akan membatasi nafsu perempuan," kata D.K. Usman, pemu­ka agama.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejauh ini belum meng­ambil sikap. "Belum ada perta­nyaan yang langsung dari masyarakat, lembaga, atau pemerintah ke kami, sehingga be­lum dibahas secara profesional dalam Komisi Fatwa," kata Ke­tua MUI Amidhan.

Ia hanya menerangkan, menu­rut mazhab Maliki dan Hambali, khitan perempuan dianggap sebagai tindakan kemuliaan, asalkan tidak berlebihan. Sedangkan mazhab Syafi'i, yang dianut banyak ka­langan di sini, mewajibkan sunat pada perempuan.

Merujuk kepada keterangan itu, Ami­dhan berharap petugas medis tidak me­nolak untuk mengkhitan perempuan. "Lebih berisiko kalau masyarakat lari ke bidan kampung yang standar kese­hatannya tidak terjamin," katanya.

Sudah waktunya juga kesehatan reproduksi perempuan jadi pertimbangan.

sumber: Majalah Tempo

Mencubit Titipan Setan !


Departemen Kesehatan mengimbau kalangan medis untuk tidak menyunat perempuan. Banyak yang percaya perempuan wajib sunat.

Dewi bukan nama sebe­narnya-masih dihantui trauma akibat kejadian 27 tahun lalu. Berdua de­ngan adik perempuannya, ia diantar ke seorang bidan. Kedua gadis kecil yang bermukim di Sawangan, Depok, Jawa Barat, ini rupanya disunat. Dewi ma­sih 9 tahun waktu itu, adiknya 1,5 tahun.

Ayah Dewi membujuk. "Ini rasanya seperti dicolek saja. Lagi pula, bagus untuk kesehatan," ujar Dewi menirukan bujukan sang ayah.

Tibalah Dewi di ruang perik­sa. Ia disuruh duduk dan melihat ke langit-langit. Bidan memberi suntikan pengurang sakit. Toh, sayatan pisau pada klitorisnya tetap membuatnya menjerit. "Ibu saya juga menangis melihat saya kesakitan."

Perih bekas sayatan masih dirasakan Dewi sampai beberapa hari. Selama itu, dia sekuat tenaga menahan keinginan untuk buang air kecil. "Saya takut pipis karena sakit sekali," ceritanya.

Dewi dan adiknya merupa­kan dua dari banyak perempu­an yang pernah disunat. Dua pekan lalu, sejumlah organisasi perempuan nasional dan internasional mengadakan penelitian tentang praktek sunat seperti yang dialami Dewi. Penelitian itu mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan dilakukan selama tiga tahun. Lokasinya di beberapa tempat, antara lain Padang, Serang, Sumenep, Kutai Kartanegara, Gorontalo, dan Ambon. Ternyata, diketahui hampir semua perempuan di Indonesia dikhitan.

Sunat dijalankan dengan ca­ra berbeda-beda. Yang sama adalah obyeknya, klitoris. Yang mengagetkan, "Tujuh puluh dua persen dilakukan dengan cara­-cara berbahaya dan 28 persen dilakukan secara simbolis," kata Sri Hermianti, Direktur Bina Kesehatan Ibu dan Anak, Departemen Kesehatan.

Tindakan berbahaya yang ia maksud antara lain melakukan sayatan, goresan, atau pemotongan secara insisi, yaitu tanpa ada jaringan yang terlepas, dan eksisi, yaitu memotong melepas jaringan. "Jika klitoris sudah rusak, berarti dia tidak punya kepekaan terhadap lawan jenisnya. Itu berarti merusak proses reproduksi seksualnya," ujar Sri.

Dalam jangka panjang, rusaknya kli­toris bisa mengakibatkan gangguan menstruasi, infeksi saluran kemih kronis, radang panggul kronis, dan disfungsi seksual. Bahkan risiko tertular HIV/ AIDS pun menjadi lebih tinggi. Karena pertimbangan itulah Departemen Kese­hatan mengimbau tenaga medis profe­sional, dokter dan bidan, tidak melakukan sunat pada perempuan.

Imbauan yang dikeluarkan Departe­men Kesehatan segera memancing per­debatan. Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ma'ruf Amien mengatakan imbauan itu tidak benar. Sunat, menurut dia, merupakan bagian ajaran Islam yang harus dilaksanakan, bukan malah dilarang.

Di masyarakat sendiri ada ke­percayaan bahwa perempuan wajib disunat seperti halnya laki-laki. Masyarakat Goronta­10, misalnya, percaya ada segum­pal daging kecil sebesar butir­an beras yang menempel pada klitoris. "Menurut para leluhur, yang menempel pada klitoris itu titipan setan dan harus diber­sihkan," kata Farha Daulima, pemuka adat Gorontalo.

Dalam tradisi Gorontalo, bo­cah perempuan usia satu sampai dua tahun akan menjalani masa adat. Saat itu mereka harus mengikuti upacara mopolihu lo limu - mandi air ramuan li­mau purut dan mongubingo, khitan atau mencubit daging yang menempel pada klitoris. Secara turun-temurun mereka percaya, jika hal itu tidak di­lakukan, maka anak yang dila­hirkan tetap membawa barang haram

Secara agama, khitan pada lelaki maupun perempuan juga dianggap kewajiban bagi se­tiap muslim suku Gorontalo. Alasannya lain lagi. "Khitan akan membatasi nafsu perempuan," kata D.K. Usman, pemu­ka agama.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejauh ini belum meng­ambil sikap. "Belum ada perta­nyaan yang langsung dari masyarakat, lembaga, atau pemerintah ke kami, sehingga be­lum dibahas secara profesional dalam Komisi Fatwa," kata Ke­tua MUI Amidhan.

Ia hanya menerangkan, menu­rut mazhab Maliki dan Hambali, khitan perempuan dianggap sebagai tindakan kemuliaan, asalkan tidak berlebihan. Sedangkan mazhab Syafi'i, yang dianut banyak ka­langan di sini, mewajibkan sunat pada perempuan.

Merujuk kepada keterangan itu, Ami­dhan berharap petugas medis tidak me­nolak untuk mengkhitan perempuan. "Lebih berisiko kalau masyarakat lari ke bidan kampung yang standar kese­hatannya tidak terjamin," katanya.

Sudah waktunya juga kesehatan reproduksi perempuan jadi pertimbangan.

sumber: Majalah Tempo

500 Miliar Untuk Pembangunan Bandara Indonesia !


PT Angkasapura II akan menambah terminal pada beberapa bandara di Indonesia pada 2010. Namun dibutuhkan anggaran Rp 500 miliar untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Menurut Direktur Operasional Tulus Ranowo, Angkasapura II sudah menganggarkan Rp 500 miliar untuk penambahan terminal. "Sekitar Rp 500 miliar dari total dana investasi tahun 2010," jelas dia disela-sela Malam Apresiasi di Jakarta, 23 Desember 2009.

Adapun belanja modal yang dianggarkan sebesar Rp 2 triliun. Perusahaan akan mendistribusikan dana tersebut sebagian untuk peningkatan pelayanan dan renovasi.

Penambahan terminal tersebut dilakukan di Bandara Pontianak, Bandung, Padang. Untuk penambahan terminal Bandara Padang ia memperkirakan akan menghabiskan dana sebanyak Rp 40 miliar.

Sebenarnya, kata dia, tahun 2010 juga akan dilakukan penambahan terminal di bandara Pekanbaru, Pangkalpinang dan Tanjungpinang. "Tapi ini dengan anggaran tahun 2009," ujar Tulus. Ia mengatakan akhir bulan ini proses tender selesai dan pengerjaan dimulai Januari 2010.

Sementara untuk bandara Kualanmu, Medan, Tulus mengatakan juga akan menambah terminal. Tapi untuk dananya sendiri ia tidak menyebutkan. "Total untuk Kualanamu kita anggarkan Rp 1,6 triliun," jelas dia.