Kamis, 14 April 2011

Nama Domain Terdapat keyword Utama

Nama Domain Terdapat keyword Utama - Apabila blog anda ingin sukses sebaik anda melakukan optimasi dari hal yang sekecil mungkin, diantaranya adalah nama domain yang digunakan terdapat keyword utama. Tentu hal ini tidak wajib adanya, namun sebaiknya hal ini anda lakukan.

Sebelumnya telah ditulis bahwa untuk menentukan keyword utama sebaiknya anda terlebih dahulu melakukan riset keyword baik itu dengan menggunakan Google keyword suggestion, Google AdWords Keyword Tool, Google Insight, atau yang paling baik adalah menggabungkan tiga teknik tersebut.

Keyword utama pada nama domain

Yang dimaksud dengan keyword utama pada nama domain yaitu keyword yang kita targetkan terkandung pada nama domain yang digunakan. Contoh, apabila keyword target kita adalah :

Sepatu Futsal

Maka minimal dalam nama domain yang digunakan ada kata “Sepatu” atau “Futsal”, dan yang lebih baik lagi adalah kedua kata tersebut terkandung dalam domain. MIsal :

 

  • sepatufutsal.com
  • tokosepatufutsal.com
  • sepatufutsalnike.com
  • sepatufutsaloriginal.com
  • hargasepatufutsal.com
  • dan lain-lain

Ambil contoh yang lain, misal keyword utama yang di bidik adalah “Kawasaki Ninja”, maka sebaiknya  ada kata “Kawasaki” atau “Ninja”. Misal :

  • motorkawasakininja.com
  • hargakawasakininja.com
  • kawasakininjaclubs.com
  • bengkelkawasakininja.com

Mencari Nama Domain

Nama domain itu sifatnya unik dalam arti sebuah nama domain hanya bisa digunakan oleh satu pengguna diseluruh dunia, oleh karenanya jika sebuah nama domain telah digunakan oleh pihak lain, kita tidak bisa membelinya atau menggunakannya.

Bagaimana kita dapat mengetahui sebuah nama domain belum dibeli orang lain? kita dapat mengetahuinya dengan menggunakan tool whois yang banyak terdapat di internet seperti :

 

  • http://www.whois.net
  • http://www.domaintools.com
  • http://www.whois.com
  • http://who.is
  • Dan lain-lain

Tidak hanya untuk mengetahui kepemilikan domain, namun tool whois atau domain tool juga memberikan sugesti nama-nama domain yang berhubungan dengan nama domain yang kita cari dan bisa kita pergunakan.

Rabu, 13 April 2011

Orang Pertama Yang Menemukan Fotografi dan Kamera !


Fotografi! Tak lain dari Louis Jacques Mande Daguerre-lah orang yang di tahun 1830-an berhasil menemukan fotografi praktis.

Daguerre dilahirkan tahun 1787 di kota Cormeilles di Perancis Utara. Waktu mudanya dia seniman. Pada umur pertengahan tiga puluhan dia merancang "diograma", barisan lukisan pemandangan yang mempesona bagusnya, dipertunjukkan dengan bantuan efek cahaya. Sementara dia menggarap pekerjaan itu, dia menjadi tertarik dengan pengembangan suatu mekanisme untuk secara otomatis melukiskan kembali pemandangan yang ada di dunia tanpa menggunakan kwas atau cat. Dengan kata lain: kamera!

Tingkat pertama perancangan alat kamera yang bisa berfungsi tidak berhasil.

Di tahun 1827 dia ketemu Joseph Nicephore Niepce yang juga sedang mencoba (dan sejauh itu lebih sukses) menciptakan kamera. Dua tahun kemudian mereka menjadi kongsi. Di tahun 1833 Niepce meninggal, tetapi Daguerre tetap tekun meneruskan percobaannya. Menjelang tahun 1837 dia sudah berhasil mengembangkan sebuah sistem praktis fotografi yang disebutnya "daguerreotype."

Tahun 1839 Daguerre memberitahu publik secara terbuka tanpa mempatenkannya. Sebagai imbalan, pemerintah Perancis menghadiahkan pensiun seumur hidup kepada baik Daguerre maupun anak Niepce. Pengumuman penemuan Daguerre menimbulkan kegemparan penduduk. Daguerre merupakan seorang pahlawan saat itu, ditaburi rupa-rupa penghormatan, sementara metode "daguerreotype" dengan cepat berkembang menjadi hal yang digunakan oleh umum. Daguerre sendiri segera pensiun. Dia meninggal tahun 1851 di kota asalnya dekat Paris.

Tak banyak penemuan teknologi yang begitu banyak digunakan awam seperti halnya fotografi. Dia digunakan di hampir tiap bidang penyelidikan ilmu. Begitu juga di bidang industri dan militer. Sarana yang vital di kalangan rakyat biasa, hobbi menyenangkan buat berjuta orang. Fotografi ambil bagian dalam penyebaran penerangan (atau penipuan untuk mengelabui orang lewat informasi palsu), di bidang pendidikan, jurnalistik dan iklan.

Berhubung fotografi mampu dengan cepat mengingatkan orang akan masa lampaunya, dia menjadi sarana suvenir dan kenang-kenangan yang tersebar luas. Sinematografi, tentu saja, merupakan perkembangan berikutnya yang punya arti penting-selain melayani dan merupakan sarana hiburan yang tak bisa diabaikan-juga saina banyak digunakan setara dengan foto "diam."
Tak ada penemuan ilmiah yang dilakukan oleh seseorang sendirian tanpa ada petunjuk dari orang-orang sebelumnya seperti Daguerre. "Kamera obscura" (alat serupa dengan kamera tetapi tanpa film) telah diketemukan orang delapan abad sebelum Daguerre. Di abad ke-16, Girolamo Cardano membuat langkah menempatkan lensa di muka "kamera obscura" terbuka. Ini merupakan langkah penting menuju lahirnya kamera modern.

Tetapi karena bayangan yang dihasilkan tidak tahan lama samasekali, sulitlah dianggap sebuah fotografi. Penemuan pemula lainnya diketemukan tahun 1727 oleh Johann Schulze yang menemukan bahwa garam perak sangat sensitif terhadap cahaya. Meskipun dia gunakan penemuan ini untuk membuat gambar sementara, Schulze tak punya gambaran bagaimana cara semestinya meneruskan gagasannya.

Pendahulu yang dekat dengan apa-apa yang berhasil diperbuat Daguerre adalah Niepce yang kemudian menjadi partner Daguerre. Sekitar tahun 1829 Niepce menemukan bahwa batuan tebal hitam dari Judea, sejenis aspal, sangat peka terhadap cahaya. Dengan menggabungkan benda peka cahaya dengan "kamera obscura," Niepce berhasil membuat foto pertama di dunia (salah satu yang dijepretnya tahun 1826 masih ada hingga sekarang).

Atas dasar itu, beberapa orang menganggap Niepce-lah yang layak dianggap sebagai penemu fotografi. Tetapi sistem fotografi Niepce sepenuhnya tidak praktis karena memerlukan tidak kurang dari delapan jam untuk pengambilannya dan itu pun cuma menghasilkan gambar yang guram.
Kamera resmi Daguerre yang diprodusir iparnya, Alphonse Girous, dibubuhi cap yang berbunyi: "Tanpa tanda tangan M. Daguerre dan tanda M. Giroux, tidak terjamin."karena itu punya arti praktis yang berlebih.

Pada metode Daguerre, gambar direkam di atas lembar yang berlapis "iodide perak". Waktu pengambilan yang dibutuhkan antara 15-20 menit sudah cukup memadai walau berabe bawanya karena berat, toh berguna. Dua tahun sesudah Daguerre mempertunjukkan ciptaannya di depan umum, orang-orang usul penyempurnaan: penambahan "cairan perak" pada "iodide perak" yang peka cahaya.

Perubahan kecil ini punya pengaruh banyak mengurangi waktu yang diperlukan buat pemotretan, karena itu punya arti praktis yang berlebih.
Tahun 1839, sesudah Daguerre mengumumkan secara terbuka hasil penemuan fotografinya, William Henry Talbot, seorang ilmuwan Inggris, memberitahukan pula bahwa dia telah mengembangkan metode fotografi lain, lewat cara pencetakan negatif, seperti dilakukan orang sekarang ini.

Menarik untuk dicatat, Talbot sesungguhnya sudah memprodusir alat potret di tahun 1835, dua tahun sebelum keluarnya model Daguerre. Talbot, yang juga melibatkan diri dalam pelbagai proyek, tidak lekas-lekas meneruskan eksperimen fotografinya. Kalau saja hal ini dilakukannya, mungkin sekali dia bisa memprodusir alat potret yang komersil sebelum Daguerre melakukannya, dan bisa dianggap sebagai penemu fotografi.

Tahun-tahun sesudah Daguerre dan Talbot, beruntun dilakukan orang pelbagai penyempurnaan: proses lembaran basah, proses lembaran kering, rol film modern, film berwarna, film bioskop, polaroid dan xerografi. Kendati banyak orang yang terlibat dalam pengembangan fotografi, saya anggap Louis Daguerre-lah orang yang paling banyak beri sumbangan pikiran.

Tak ada sistem yang patut dipakai sebelum Daguerre dan sistem yang dikembangkannya paling praktis dan paling diterima secara luas. Lebih dari itu, penyiaran yang luas dari hasil penemuannya merupakan daya dorong buat penyempurnaan-penyempurnaan selanjutnya. Memang benar, fotografi yang kita kenal sekarang jauh berbeda dengan sistem Daguerre, tetapi walaupun misalnya tidak ada penyempurnaan apa pun, toh apa yang dibuat Daguerre sudah dapat dimanfaatkan. LOUIS DAGUERRE 1787-1851

Orang Pertama Yang Menemukan Fotografi dan Kamera !


Fotografi! Tak lain dari Louis Jacques Mande Daguerre-lah orang yang di tahun 1830-an berhasil menemukan fotografi praktis.

Daguerre dilahirkan tahun 1787 di kota Cormeilles di Perancis Utara. Waktu mudanya dia seniman. Pada umur pertengahan tiga puluhan dia merancang "diograma", barisan lukisan pemandangan yang mempesona bagusnya, dipertunjukkan dengan bantuan efek cahaya. Sementara dia menggarap pekerjaan itu, dia menjadi tertarik dengan pengembangan suatu mekanisme untuk secara otomatis melukiskan kembali pemandangan yang ada di dunia tanpa menggunakan kwas atau cat. Dengan kata lain: kamera!

Tingkat pertama perancangan alat kamera yang bisa berfungsi tidak berhasil.

Di tahun 1827 dia ketemu Joseph Nicephore Niepce yang juga sedang mencoba (dan sejauh itu lebih sukses) menciptakan kamera. Dua tahun kemudian mereka menjadi kongsi. Di tahun 1833 Niepce meninggal, tetapi Daguerre tetap tekun meneruskan percobaannya. Menjelang tahun 1837 dia sudah berhasil mengembangkan sebuah sistem praktis fotografi yang disebutnya "daguerreotype."

Tahun 1839 Daguerre memberitahu publik secara terbuka tanpa mempatenkannya. Sebagai imbalan, pemerintah Perancis menghadiahkan pensiun seumur hidup kepada baik Daguerre maupun anak Niepce. Pengumuman penemuan Daguerre menimbulkan kegemparan penduduk. Daguerre merupakan seorang pahlawan saat itu, ditaburi rupa-rupa penghormatan, sementara metode "daguerreotype" dengan cepat berkembang menjadi hal yang digunakan oleh umum. Daguerre sendiri segera pensiun. Dia meninggal tahun 1851 di kota asalnya dekat Paris.

Tak banyak penemuan teknologi yang begitu banyak digunakan awam seperti halnya fotografi. Dia digunakan di hampir tiap bidang penyelidikan ilmu. Begitu juga di bidang industri dan militer. Sarana yang vital di kalangan rakyat biasa, hobbi menyenangkan buat berjuta orang. Fotografi ambil bagian dalam penyebaran penerangan (atau penipuan untuk mengelabui orang lewat informasi palsu), di bidang pendidikan, jurnalistik dan iklan.

Berhubung fotografi mampu dengan cepat mengingatkan orang akan masa lampaunya, dia menjadi sarana suvenir dan kenang-kenangan yang tersebar luas. Sinematografi, tentu saja, merupakan perkembangan berikutnya yang punya arti penting-selain melayani dan merupakan sarana hiburan yang tak bisa diabaikan-juga saina banyak digunakan setara dengan foto "diam."
Tak ada penemuan ilmiah yang dilakukan oleh seseorang sendirian tanpa ada petunjuk dari orang-orang sebelumnya seperti Daguerre. "Kamera obscura" (alat serupa dengan kamera tetapi tanpa film) telah diketemukan orang delapan abad sebelum Daguerre. Di abad ke-16, Girolamo Cardano membuat langkah menempatkan lensa di muka "kamera obscura" terbuka. Ini merupakan langkah penting menuju lahirnya kamera modern.

Tetapi karena bayangan yang dihasilkan tidak tahan lama samasekali, sulitlah dianggap sebuah fotografi. Penemuan pemula lainnya diketemukan tahun 1727 oleh Johann Schulze yang menemukan bahwa garam perak sangat sensitif terhadap cahaya. Meskipun dia gunakan penemuan ini untuk membuat gambar sementara, Schulze tak punya gambaran bagaimana cara semestinya meneruskan gagasannya.

Pendahulu yang dekat dengan apa-apa yang berhasil diperbuat Daguerre adalah Niepce yang kemudian menjadi partner Daguerre. Sekitar tahun 1829 Niepce menemukan bahwa batuan tebal hitam dari Judea, sejenis aspal, sangat peka terhadap cahaya. Dengan menggabungkan benda peka cahaya dengan "kamera obscura," Niepce berhasil membuat foto pertama di dunia (salah satu yang dijepretnya tahun 1826 masih ada hingga sekarang).

Atas dasar itu, beberapa orang menganggap Niepce-lah yang layak dianggap sebagai penemu fotografi. Tetapi sistem fotografi Niepce sepenuhnya tidak praktis karena memerlukan tidak kurang dari delapan jam untuk pengambilannya dan itu pun cuma menghasilkan gambar yang guram.
Kamera resmi Daguerre yang diprodusir iparnya, Alphonse Girous, dibubuhi cap yang berbunyi: "Tanpa tanda tangan M. Daguerre dan tanda M. Giroux, tidak terjamin."karena itu punya arti praktis yang berlebih.

Pada metode Daguerre, gambar direkam di atas lembar yang berlapis "iodide perak". Waktu pengambilan yang dibutuhkan antara 15-20 menit sudah cukup memadai walau berabe bawanya karena berat, toh berguna. Dua tahun sesudah Daguerre mempertunjukkan ciptaannya di depan umum, orang-orang usul penyempurnaan: penambahan "cairan perak" pada "iodide perak" yang peka cahaya.

Perubahan kecil ini punya pengaruh banyak mengurangi waktu yang diperlukan buat pemotretan, karena itu punya arti praktis yang berlebih.
Tahun 1839, sesudah Daguerre mengumumkan secara terbuka hasil penemuan fotografinya, William Henry Talbot, seorang ilmuwan Inggris, memberitahukan pula bahwa dia telah mengembangkan metode fotografi lain, lewat cara pencetakan negatif, seperti dilakukan orang sekarang ini.

Menarik untuk dicatat, Talbot sesungguhnya sudah memprodusir alat potret di tahun 1835, dua tahun sebelum keluarnya model Daguerre. Talbot, yang juga melibatkan diri dalam pelbagai proyek, tidak lekas-lekas meneruskan eksperimen fotografinya. Kalau saja hal ini dilakukannya, mungkin sekali dia bisa memprodusir alat potret yang komersil sebelum Daguerre melakukannya, dan bisa dianggap sebagai penemu fotografi.

Tahun-tahun sesudah Daguerre dan Talbot, beruntun dilakukan orang pelbagai penyempurnaan: proses lembaran basah, proses lembaran kering, rol film modern, film berwarna, film bioskop, polaroid dan xerografi. Kendati banyak orang yang terlibat dalam pengembangan fotografi, saya anggap Louis Daguerre-lah orang yang paling banyak beri sumbangan pikiran.

Tak ada sistem yang patut dipakai sebelum Daguerre dan sistem yang dikembangkannya paling praktis dan paling diterima secara luas. Lebih dari itu, penyiaran yang luas dari hasil penemuannya merupakan daya dorong buat penyempurnaan-penyempurnaan selanjutnya. Memang benar, fotografi yang kita kenal sekarang jauh berbeda dengan sistem Daguerre, tetapi walaupun misalnya tidak ada penyempurnaan apa pun, toh apa yang dibuat Daguerre sudah dapat dimanfaatkan. LOUIS DAGUERRE 1787-1851

Minggu, 10 April 2011

3 Negara Ini Akan Menyatu di Tahun 2030!


Sebelum membaca ramalan tentang tiga negara menyatu di tahun 2030 dalam satu pulau, terlebih dahulu para pembaca saya ajak untuk menghela nafas yang panjang, agar pikiran dan jiwa kita selalu dalam keadaan sehat dalam membaca Huruf-perhuruf yang sebentar lagi ada di hadapan anda.

Melihat kemajuan zaman yang kian terus melaju dengan cepat, banyak perkembangan yang tak terduga begitu saja, sehingga memunculkan beragam persoalan kehidupan manusia yang kian terbantu dengan adanya kemajuan yang di capai zaman saat ini.

Keberadaan kawasan asia tenggara dalam peta politis maupun ekonomis sangat menentukan dalam menyambut kemajuan zaman, sehingga tiga negara tersebut, yaitu; Indonesia, Singapura, dan Malaysia di perlukan strategi penyatuan pulau, agar terjadi kemudahan dalam transportasi dan mempermudah hubungan di segala aspek ketiga negara tersebut, agar tidak lagi terkendala permasalahan wilayah yang terpisah lautan yang ada saat ini.

Dengan penyatuan antar pulau ketiga negara ini di harapkan mampu mendongkrak di berbagai aspek kehidupan masyarakat di kawasan asia tenggara, agar lebih mampu progress dan dapat mencapai kesejahteraan di segala bidang.

Penyatuan Pulau di tiga negara ini, di mulai dari Jawa-Sumatra, lalu Sumatra-Singapura, dan Singapura-Malaysia, dan apabila ketiga negara ini sudah menyatu dalam satu pulau, maka kita dapat melihat sebuah kemajuan besar di kawasan asia tenggara.

Dalam artian dulu ketiga negara ini terpisah lautan yang terbentang luas, namun sebentar lagi diramalkan pada tahun 2030 akan menyatu dalam satu pulau.

Ramalan ini tentu tidak serta merta datang dan pergi begitu saja, namun apabila ketiga negara ini punya kemauan keras dalam menumbuhkan sebuah kesadaran tentang makna kemajuan, maka tidak menutup kemungkinan di tahun 2030 Benar-benar akan terjadi penyatuan pulau di 3 negara besar yang terletak di kawasan asia tenggara.

3 Negara Ini Akan Menyatu di Tahun 2030!


Sebelum membaca ramalan tentang tiga negara menyatu di tahun 2030 dalam satu pulau, terlebih dahulu para pembaca saya ajak untuk menghela nafas yang panjang, agar pikiran dan jiwa kita selalu dalam keadaan sehat dalam membaca Huruf-perhuruf yang sebentar lagi ada di hadapan anda.

Melihat kemajuan zaman yang kian terus melaju dengan cepat, banyak perkembangan yang tak terduga begitu saja, sehingga memunculkan beragam persoalan kehidupan manusia yang kian terbantu dengan adanya kemajuan yang di capai zaman saat ini.

Keberadaan kawasan asia tenggara dalam peta politis maupun ekonomis sangat menentukan dalam menyambut kemajuan zaman, sehingga tiga negara tersebut, yaitu; Indonesia, Singapura, dan Malaysia di perlukan strategi penyatuan pulau, agar terjadi kemudahan dalam transportasi dan mempermudah hubungan di segala aspek ketiga negara tersebut, agar tidak lagi terkendala permasalahan wilayah yang terpisah lautan yang ada saat ini.

Dengan penyatuan antar pulau ketiga negara ini di harapkan mampu mendongkrak di berbagai aspek kehidupan masyarakat di kawasan asia tenggara, agar lebih mampu progress dan dapat mencapai kesejahteraan di segala bidang.

Penyatuan Pulau di tiga negara ini, di mulai dari Jawa-Sumatra, lalu Sumatra-Singapura, dan Singapura-Malaysia, dan apabila ketiga negara ini sudah menyatu dalam satu pulau, maka kita dapat melihat sebuah kemajuan besar di kawasan asia tenggara.

Dalam artian dulu ketiga negara ini terpisah lautan yang terbentang luas, namun sebentar lagi diramalkan pada tahun 2030 akan menyatu dalam satu pulau.

Ramalan ini tentu tidak serta merta datang dan pergi begitu saja, namun apabila ketiga negara ini punya kemauan keras dalam menumbuhkan sebuah kesadaran tentang makna kemajuan, maka tidak menutup kemungkinan di tahun 2030 Benar-benar akan terjadi penyatuan pulau di 3 negara besar yang terletak di kawasan asia tenggara.

Sabtu, 09 April 2011

Cerita Serem dari Sekuriti Kamar Mayat RSCM !


Pekerjaan sebagai satpam memang tak banyak peminatnya. Apalagi satpam kamar mayat. Hal berbeda malah terjadi dengan Munawarman dan M Fadil.

Keduanya malah mengajukan diri sebagai sekuriti Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di ruang forensik yang biasanya digunakan untuk tempat menyimpan korban meninggal.

Menurut Munawarman, sekuriti untuk jaga malam di forensik RSCM terhitung mulai ada pada 2007-an. "Sebelumnya tidak ada," ujar Munawarman membuka cerita.

Ketika ditanya pengalamannya menjadi sekuriti forensik RSCM, Munawarman menjawab dengan santai. "Sebenarnya ada sedihnya, ada sukanya, tapi yang banyak cerita seremnya," ungkapnya.

"Kalau kismis (kisah misteri)-nya sih banyak, Mas. Mulai dari suara-suara aneh, bau-bauan sampai pernah dilemparin batu kecil. Tapi sih kami mah positif saja, kalau negatif mulu mah nanti tidak bakal betah," imbuhnya.

Menurut dia, seharusnya setiap pos dijaga oleh satu orang, namun karena sekarang sedang libur, Munawarman dan Fadil asik bercengkrama mengusir bosan. Kedua sejoli ini mengaku sebagai soulmate. "Kami mah sudah soulmate, jaga malam bareng, jaga siang bareng," canda Munawarman. "Oia, so-ul Mamat," balas Fadil lantas tertawa.

Perbincangan kali ini berjalan cair, mulai dari kisah-kisah menyeramkan sampai kisah-kisah yang membuat gelak tawa pecah. "Dulu bang, kata Fadil, waktu deket pohon Ceri di sana, sambil menunjuk ke arah luar gedung RSCM, waktu nongkong bareng Brimob, nah tuh brimob kan ceritanya muntah, eh tahu-tahunya dari muntahannya di tanah keluar api.

Saya kira ada yang konslet, tapi tenyata tidak ada kabel. Eh tidak berapa lama tuh Brimob kesurupan, langsung saja saya panggilin Pak Haji (salah satu pegawai forensik RSCM). Brimob saja bisa kayak gitu, apalagi kami yang badannya kecil-kecil," tuturnya.

"Belum lagi dulu, waktu awal-awal jaga malam. Tiap malam ada saja yang nongol," sambungnya. Fadil melanjutkan,"Apalagi kalau lagi abis ada jenazah yang meninggal tidak jelas, seperti kecelakaan, tenggelam. Nah itu tuh biasanya ada kismis."

Ketika ditanya perasaan saat terlibat langsung dengan jenazah, jawaban kedunya seragam. "Aduh, paling seminggu bisa tidak makan," jawab Munawarman lantas tersenyum. "Iya Bang, apalagi kalau lihat korban yang bentuknya aneh-aneh, bisa tidak tidur," timpal Fadil.

Situasi berbeda dirasakan oleh petuga forensik. Menurut Munawarman, mereka biasa saja setelah melihat mayat korban kecelakaan atau pembunuhan. "Kalau orang forensik mah beda. Kalau makan itu walau kulkas (pendingin mayat) dibuka, tetap saja asyik makan. Padahal baunya ke mana-mana. Kami mah ga bisa deh," ujarnya.

Bapak dua anak itu menceritakan tugasnya sebagai sekuriti forensik RSCM tidak mudah. Terutama apabila ada pasien datang."Kami sih biasanya mengamankan orang-orang. Misalnya ada kecelakaan, ramai, nah kami yang mengamankan. ujar Munawarman. "Biasanya wartawan tuh yang susah diatur kalau lagi ramai begitu," celetuk Fadil semangat.

Cerita Serem dari Sekuriti Kamar Mayat RSCM !


Pekerjaan sebagai satpam memang tak banyak peminatnya. Apalagi satpam kamar mayat. Hal berbeda malah terjadi dengan Munawarman dan M Fadil.

Keduanya malah mengajukan diri sebagai sekuriti Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di ruang forensik yang biasanya digunakan untuk tempat menyimpan korban meninggal.

Menurut Munawarman, sekuriti untuk jaga malam di forensik RSCM terhitung mulai ada pada 2007-an. "Sebelumnya tidak ada," ujar Munawarman membuka cerita.

Ketika ditanya pengalamannya menjadi sekuriti forensik RSCM, Munawarman menjawab dengan santai. "Sebenarnya ada sedihnya, ada sukanya, tapi yang banyak cerita seremnya," ungkapnya.

"Kalau kismis (kisah misteri)-nya sih banyak, Mas. Mulai dari suara-suara aneh, bau-bauan sampai pernah dilemparin batu kecil. Tapi sih kami mah positif saja, kalau negatif mulu mah nanti tidak bakal betah," imbuhnya.

Menurut dia, seharusnya setiap pos dijaga oleh satu orang, namun karena sekarang sedang libur, Munawarman dan Fadil asik bercengkrama mengusir bosan. Kedua sejoli ini mengaku sebagai soulmate. "Kami mah sudah soulmate, jaga malam bareng, jaga siang bareng," canda Munawarman. "Oia, so-ul Mamat," balas Fadil lantas tertawa.

Perbincangan kali ini berjalan cair, mulai dari kisah-kisah menyeramkan sampai kisah-kisah yang membuat gelak tawa pecah. "Dulu bang, kata Fadil, waktu deket pohon Ceri di sana, sambil menunjuk ke arah luar gedung RSCM, waktu nongkong bareng Brimob, nah tuh brimob kan ceritanya muntah, eh tahu-tahunya dari muntahannya di tanah keluar api.

Saya kira ada yang konslet, tapi tenyata tidak ada kabel. Eh tidak berapa lama tuh Brimob kesurupan, langsung saja saya panggilin Pak Haji (salah satu pegawai forensik RSCM). Brimob saja bisa kayak gitu, apalagi kami yang badannya kecil-kecil," tuturnya.

"Belum lagi dulu, waktu awal-awal jaga malam. Tiap malam ada saja yang nongol," sambungnya. Fadil melanjutkan,"Apalagi kalau lagi abis ada jenazah yang meninggal tidak jelas, seperti kecelakaan, tenggelam. Nah itu tuh biasanya ada kismis."

Ketika ditanya perasaan saat terlibat langsung dengan jenazah, jawaban kedunya seragam. "Aduh, paling seminggu bisa tidak makan," jawab Munawarman lantas tersenyum. "Iya Bang, apalagi kalau lihat korban yang bentuknya aneh-aneh, bisa tidak tidur," timpal Fadil.

Situasi berbeda dirasakan oleh petuga forensik. Menurut Munawarman, mereka biasa saja setelah melihat mayat korban kecelakaan atau pembunuhan. "Kalau orang forensik mah beda. Kalau makan itu walau kulkas (pendingin mayat) dibuka, tetap saja asyik makan. Padahal baunya ke mana-mana. Kami mah ga bisa deh," ujarnya.

Bapak dua anak itu menceritakan tugasnya sebagai sekuriti forensik RSCM tidak mudah. Terutama apabila ada pasien datang."Kami sih biasanya mengamankan orang-orang. Misalnya ada kecelakaan, ramai, nah kami yang mengamankan. ujar Munawarman. "Biasanya wartawan tuh yang susah diatur kalau lagi ramai begitu," celetuk Fadil semangat.