Sabtu, 22 Mei 2010

Kamar Tidur Pengantin di Pemakaman !


Ditulis oleh Sulman Afandi

Rintihan tanda meminta belas kasihan keluar dari bibir sekelompok orang berbaju kumuh duduk berderet di sepanjang tangga menuju makam. Di pinggir jalan berdiri warung-warung souvenir religius dan beberapa jenis makanan serta buah-buahan. Namun hembusan angin sepoi di sekeliling daerah tersebut yang banyak ditumbuhi pohon bambu/pring (bahasa jawa) seolah memberi warna tersendiri bagi perjalanan santri menuju target pertama ziarah.

Ya, pagi itu rombongan santri Pon-Pes UII memang mengadakan ziarah makam para wali yang betemakan "Ziarah Wali 8, Wali Madura dan Wali ke 10 (Gus Dur)".

Makam Raden Santri Gunung Pring, begitu namanya memang target pertama ziarah rombongan santri tersebut. Makam yang terletak di daerah Magelang tersebut terletak di dataran tinggi sehingga peziarah harus terlebih dahulu memanjat jalan bertangga lebih dari lima puluh meter untuk mencapai makam.

Bangunan besar mirip masjid menaungi makam yang hendak dituju. Di bagian luar bangunan terdapat beberapa makam kecil yang tampak tidak terurus. Tampak dengan tertindihnya makam tersebut dengan gundukan pasir material bangunan. Di bagian dalam tampak rumah-rumahan tempat beberapa makam, termasuk makam Raden Santri.

Hiasan tirai putih transparan di sekeliling rumah-rumahan tersebut dipadu dengan papan hijau bertuliskan surat Yasin berwarna keemasan di bagian atas semakin membuat makam tersebut tampak seperti kamar tidur pengantin kerajaan dalam film kolosal.

Begitu sampai di tempat tujuan, rombongan peziarah dari UII itupun langsung duduk di karpet merah alas keramik putih tepat di depan pagar besi yang mengelilingi rumah-rumahan tersebut mengikuti rangkaian ritual tahlil yang kebetulan sudah berlangsung dipimpin oleh peziarah lain dengan pengeras suara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar